Hal ini ditegaskan oleh komisaris IBL Ade Bella usai rapat yang diadakan oleh PB Perbasi dan pihak promotor Mahaka. Final four kali ini akan kembali menggunakan sistem serupa yang digunakan pada musim lalu, yaitu kandang dan tandang.
"Kami akan tetap menggunakan sistem yang sama seperti tahun lalu kami pakai," tukas Ade kepada wartawan di kantor PB Perbasi, Senayan, Senin (6/7/2009) sore WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun SM akan diduelkan dengan CLS, dimana Britama Sporstmall Arena akan jadi tempat laga dari tanggal 11-14 Juli. Ade pun mejelaskan faktor GOR Kertajaya menjadi alasan mengapa CLS tidak bisa menggelar partai kandangnya.
"GOR kertajaya tidak memenuhi syarat untuk menggelar partai kandang mereka (CLS). Namun CLS sudah memahaminya dan tidak keberatan kalau semua game dimainkan di Jakarta," terang Ade.
Lalu untuk partai antara Garuda dengan Aspac akan tetap menggunakan sistem home and away sebagaimana mestinya. Aspac jadi tuan rumah lebih dulu pada 12 Juli, di Hall basket Senayan.
Sementara itu Garuda yang memiliki rekor menang lebih baik di babak reguler, mendapat jatah partai kandang lebih banyak yakni dua kali pada 15 dan 16 Juli.
(mrp/nar)










































