Yao Ming bergabung degnan tim junior Sharks ketika usianya 13 tahun. Empat tahun berselang, yakni tahun 1997 pemain bertinggi 2,29 meter itu masuk ke tim senior.
Lima tahun bergabung di Sharks, Yao kemudian hijrah ke kompetisi bola basket NBA dan bergabung bersama Houston Rockets. Ia mengucap salam perpisahan dengan manis dengan mempersembahkan gelar juara CBA bagi Sharks.
Kini suami dari mantan pebasket putri Cina Ye Li itu sudah sukses di Amerika Serikat. Ia bisa tetap eksis dalam persaingan NBA dan sukses menjadi pemain utama di Rockets.
Ketika Yao sukses, Sharks justru tenggelam dalam keterpurukan. Klub yang berdiri tahun 1996 itu mengalami kesulitan keuangan.
Kesulitan klub yang kini bernama Shanghai Oriental Basketball Club itu didengar oleh Yao yang kemudian memutuskan untuk membeli saham klub tersebut. Diberitakan Xinhua , Yao akan menjadi pemilik klub tersebut.
"Yao merasa ada ikatan emosional dengan Sharks. Ketika Sharks menang ia gembira dan ketika Sharks kalah ia akan sangat sedih. Yao melakukan ini karena beberapa alasan," ujar agen Yao, Erik Zhang dilansir dari Houston Chronicle.
Proses pembelian ini akan berlangsung hingga dua bulan ke depan. Tidak ada penjelasan soal berapa dana yang digelontorkan Yao untuk membeli mantan timnya itu.
(roz/din)











































