Diberitakan Reuters, Jumat (17/7/2009) malam, Yao akan naik meja bedah minggu depan untuk memperbaiki tulang kaki kirinya yang patah. Pihak Rockets juga mengindikasikan bahwa bintang 28 tahun itu akan out untuk musim 2009-2010.
Namun ancaman absen semusim yang dihadapi Yao, menurut sejumlah akademisi, tidak perlu membuat NBA khawatir kehilangan popularitas di Cina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang absennya Yao merupakan hal yang membuat sedih, namun itu tidak mempengaruhi NBA di Cina. Bahkan, NBA akan menunjukkan bagaimana berkembangnya bisnis mereka di sana."
Pendapat Swangard itu didukung oleh fakta bahwa penjualan kaos replika pemain bertinggi 2,29 meter itu hanya menduduki urutan ke-10 di Cina, di bawah pemain bintang yang berasal bukan dari negeri Tirai Bambu, seperti Kobe Bryant ataupun LeBron James.
Opini senada juga dikatakan oleh Robert Boland, profesor dari bidang manajemen olahraga di New York University. "Saya tidak setuju bila sukses NBA di Cina disebabkan oleh pemain Cina. Semua kompetisi liga yang hebat tetap eksis meski ada superstar yang absen karena cedera," kata Boland.
"Memang ada efeknya terhadap penonton siaran NBA di Cina. Namun fondasi NBA di Cina yang sudah dibangun sangatlah kuat, jadi tidak ada penurunan rating," kata Marc Ganis, presiden konsultan Sportscorp Ltd.
Sejak bergabungnya Yao Ming dengan Rockets tahun 2002, terdapat 51 jaringan siaran televisi yang menyiarkan NBA di Cina. Tahun lalu, NBA mencatat laba sebesar 40 persen. Sementara untuk tahun ini dan tahun depan, NBA mengincar laba sebesar 60 dan 70 persen.
Sementara itu siaran televisi NBA musim lalu mampu menjaring 1,6 miliar pemirsa atau naik 34 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara traffic situs resmi NBA naik 50 persen. (nar/a2s)











































