SM pada partai Final IBL tahun ini sukses menumbangkan lawan kuat Aspac Jakarta dengan agregat 3-1 dalam format best of five. Kemenangan atas Aspac terakhir digenggam pada Minggu (2/8/2009) lewat skor 85-72.
Dengan keberhasilan mereka mempertahankan gelar juara tahun ini, sudah lima gelar IBL yang mereka kumpulkan. Apalagi pencapaian kali ini terbilang istimewa karena Ronny Gunawan cs sukses mempertahankan titel jawara IBL yang telah didapat dari tahun 2006.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, kenapa Fictor menilai tahun ini SM hebat? Baginya, SM meraih gelarnya kali ini dengan susah payah karena banyak pemainnya yang dibebat cedera. Dimulai dari Youbel Sondakh dan Wahyu Widayat Jati yang harus absen di awal-awal musim, badai penyakit yang menerpa enam pemainnya jelang Final Four lalu, serta terakhir Wendha Wijaya yang keluar di tengah laga game keempat karena cedera tangan.
"Kami melalui musim ini dengan berat, banyak pemain kami yang terkena cedera. Rotasi pemain pun tak berjalan lancar. Bagi saya tahun ini finalnya nggak ideal (Aspac juga terkena badai cedera). Namun saya puas banget tim bisa juara," analisis pria yang akrab disapa Ito itu.
SM yang dikenal mempunyai sistem defense yang kuat ternyata memainkan strategi berbeda pada game keempatnya ini. Sempat keteteran di kuarter pertama, SM pun balik mendominasi kuarter kedua dan seterusnya untuk keluar sebagai pemenang di akhir laga.
"Saya akui kalau Aspac siap di kuarter pertama. Makanya saya ubah strategi untuk bermain offense di kuarter selanjutnya. Tidak seperti di game ketiga kemarin di mana offense kami jelek. Sekarang malah offense kami sangat bagus, lihat saja penampilan (Youbel) Sondakh, Amin (Prihantono) dan Faisal (Julius Achmad). Tak masalah pun kalau kali ini defense kami sedikit bermasalah," tuntasnya.
(mrp/roz)
