Wallace bergabung dengan Pistons pada tahun 2000. Selama memperkuat Pistons, pemain kelahiran 10 September 1974 itu mempersembahkan satu cincin juara NBA yakni tahun 2004.
Kebersamaannya dengan tim yang bermarkas di The Palace of Auburn Hills itu berakhir tahun 2006. Setelahnya, ia memperkuat Chicago Bulls, Cleveland Cavaliers, dan Phoenix Suns.
Tiga tahun berpetualang, pemain berjuluk Big Ben pulang ke Pistons. Rabu (12/8/2009) waktu setempat, Detroit mengkonfirmasi telah memiliki Wallace dengan status free agent. Pemain yang bisa bermain di posisi center atau pun power forward ini dikontrak selama semusim dengan nilai 1,3 juta dolar AS (12,8 miliar rupiah).
"Sungguh luar biasa bisa kembali ke Pistons. Karir saya menanjak di sini dan saya siap untuk menghadapi tantangan di waktu-waktu mendatang," kata Wallace seperti dilansir dari Yahoo Sports.
Wallace mengatakan keputusannya kembali adalah berkat "jasa" dua pemain Pistons, Tayshaun Prince dan Richard Hamilton. "Tayshaun yang pertama menelepon saya. Kemudian keduanya memberikan masukan kepada saya," lanjut Big Ben.
Pelatih John Kuester gembira dengan kembalinya Wallace. "Tidak ada seorang pun di kompetisi ini yang bekerja sangat keras selain Ben. Ketika Anda pulang, ia masih di pusat kebugaran dan ketika Anda kembali lagi Anda mungkin harus menariknya dari lapangan," ujar Kuester.
Meski mendapat dukungan, namun Wallace tidak jumawa bisa otomatis mendapatkan tempat utama. "Pistons kini memiliki Ben Wallace yang berusia 35 tahun. Rambut saya tidak sepanjang dan segelap dahulu," ujar pemilik empat gelar pemain bertahan terbaik NBA ini.
"Mereka belum mengatakan bagaimana peran saya nantinya. Saya tidak khawatir. Ketika pelatih meminta saya bermain, maka saya akan tampil seperti apa yang sudah saya lakukan di waktu sebelumnya," pungkasnya. (a2s/krs)











































