Jordan, bersama dengan mantan center San Antonio Spurs David Robinson, guard dan pelatih Utah Jazz, John Stockton dan Jerry Sloan, serta C. Vivian Stringer dimasukkan ke dalam Hall of Fame pada Jumat (11/9/2009) waktu setempat.
"Michael adalah pemain basket terhebat yang pernah bermain dalam olahraga beregu. Dia telah memberi semuanya pada saya dan keluarga," kata Krause seperti dikutip ESPN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Krause menjadi GM Bulls pada tahun 1985, setahun setelah tim dari 'Kota Angin' itu men-draft Jordan. Dengan Jordan selaku motor dan pelatih Phil Jackson selaku pengatur taktik dan strategi, Bulls meraup enam titel NBA.
Jordan kemudian pensiun pada tahun 1998. Jackson ikut mundur dari Bulls dan mengaku tidak akan melatih lagi, tetapi pikirannya berubah dan setahun kemudian ia membesut LA Lakers.
Kepergian Jackson diikuti oleh asistennya yang setia sekaligus pencipta strategi triangle offense yang termasyhur, Tex Winter. Kepindahan Winter inilah yang membuat Krause tampaknya sakit hati.
Winter, meski diakui sebagai otak di balik layak kesuksesan Jackson di Bulls dan Lakers, tidak cukup dihargai. Namanya belum masuk ke dalam Hall of Fame dan itulah alasan mengapa Krause tega 'memboikot' Jordan.
"Hall of Fame adalah sesuatu yang pribadi dengan saya. Saya tidak akan masuk ke sana lagi sebelum Tex diakui," tegas Krause yang kini berusia 70 tahun.
(arp/mrp)











































