O'Neal mendarat di Cavaliers pada akhir Juni tahun ini. Pemain yang biasa dipanggil Shaq akan mendapat bayaran 20 juta dolar AS untuk semusim.
O'Neal merupakan bintang senior NBA. Sementara itu di tubuh Cavs juga terdapat rising star yakni LeBron James. Mungkinkah dua bintang itu bisa saling berbagi ego?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah memiliki masa sendiri dan saya sudah melakukan apa yang harusΒ saya lakukan," tambah pria yang pernah memperkuat Orlando Magic, Los Angeles Lakers, Miami Heat, dan Phoenix Suns itu.
O'Neal mengatakan bahwa Cavs merupakan 'milik' James. "Ini merupakan tim-nya LeBron. Merupakan tugas kami untuk membuatnya selalu tampil baik," tandas pemain center kelahiran 6 Maret 1972 itu.
"Merupakan sebuah keuntungan bagi saya karena bisa berada satu tim dengan pemain sekelas LeBron yang memungkinkan saya melakukan 30 kali tembakan di setiap pertandingan."
"Ketika kita mengirim bola kepada LeBron, maka kita biarkan dia melakukan apa yang harus dia lakukan. Sebaliknya, saat LeBron mengoper bola kepada saya, maka akan saya lakukan tugas saya," tuntas O'Neal.
James menyambut O'Neal dengan sangat antusias. "Tidak pernah terpikirkan di benak saya, bisa bermain dengan Shaq. Saya selalu memimpikan bermain dengan seorang pemain legendaris. Kehadiran Shaq sungguh luar biasa bagi kota ini, bagi tim, dan bagi saya," ujar pemain berjuluk King James itu.
Di waktu lalu, O'Neal pernah 'melayani' bintang yang lebih muda yakni Kobe Bryant di Los Angeles Lakers dan Dwyane Wade di Miami Heat. 'Layanan' Shaq berbuah gelar juara.
Bagaimana dengan kali ini? (nar/din)











































