Bermain di kandangnya sendiri, Kamis (29/10/2009) pagi WIB, Spurs menundukkan tamunya itu dengan skor cukup telak, 113-96.
Tony Parker menjadi top skorer dengan 17 poin, sedangkan Manu Ginobili menambahkan 16 angka buat tim tersebut. Enam pemain asuhan pelatih Gregg Popovic mendulang angka dua digit, sisanya, tiga pemain, masing-masing menorehkan sembilan poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tugas saya thaun ini bukanlah mendulang banyak poin tapi menciptakan dan mengubah kecepatan pertandingan dari bench," sambung shooting guard berpaspor Argentina itu, seperti dikutip Reuters.
Dari kubu Hornets, point guard Chris Paul menjadi yang paling subur dengan 26 poin plus sembilan assist. David West dan Emeka Okafor mendukungnya dengan donasi masing-masing 18 angka.
Spurs musim lalu diganggu cedera yang menyerang Parker, Tim Duncan, dan Ginobili. Imbasnya, mereka kandas di putaran pertama babak playoff untuk pertama kalinya sejak musim 1999-2000.
Pada offseason mereka melakukan perombakan pemain, membeli forward Richard Jefferson dari Milwaukee Bucks, forward-center Antonio McDyess (Detroit Pistons) dan center Theo RafliffΒ (Minnesota Timberwolves).
"Setelah apa yang terjadi (tahun lalu), kami tahu kami harus meningkatkan performa tim dan kini kami punya banyak senjata," tukas Parker. "Kami sangat baik dalam menyerang, tapi kami pun harus kembali menjadi salah satu tim bertahan terbaik."
(a2s/krs)











































