Kamis (19/11/2009) lalu, SM terbang ke Filipina guna melakoni laga ASEAN Basketball League kontra Phillipine Patriots. SM akhirnya kalah di pertandingan yang dilangsungkan Sabtu (21/11).
Dua hari berselang setelah kembalinya SM ke Tanah Air, juara bertahan IBL itu langsung dihadapkan dengan Nuvo CLS Knights. Dalam kondisi tidak fit, SM masih berhasil menang 64-56.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya soal kelelahan yang disoroti, Ito juga menyoroti telatnya waktu pertandingan yang sebelumnya dijadwalkan pukul 16.00 WIB tapi akhirnya molor setengah jam.
"Pertandingan telat tadi juga memengaruhi momentum kami. Jadi kami agak kesulitan di dua kuarter awal," ungkap Ito merujuk pada ketertinggalan SM di akhir paruh pertama laga.
Lebih lanjut Ito menggarisbawahai bahwa turnamen yang digagas Pelita Jaya Esia dan Garuda Flexi Bandung ini tidak ideal bagi SM.
"Kami sesudah menjuarai IBL kemarin, langsung bermain di ABL. Saya rasa turnamen ini tidak ideal bagi SM di saat ini. Namun kami tetap menargetkan masuk Final Four," pungkasnya.
Sementara itu, arsitek CLS Simon Wong mengaku keunggulan SM meski timnya sempat menyulitkan. Penampilan wakil Surabaya itu di kuarter ketiga menjadi catatan tersendiri.
"Kami mengalami stagnasi di kuarter ketiga, anak-anak tida bisa tampil lepas. Mau mengejar SM, namun kami tidak bisa mendapat momentumnya kembali," ujar Simon.
(mrp/din)











































