Setelah musim lalu membawa Lakers jadi juara, Kobe tetap tampil konsisten musim ini. Ia mengantar Lakers mencatat rekor start terbaik NBA dengan 16 menang tiga kalah dan menorehkan rataan 28,9 poin,
Sebuah panel yang berisi para ahli yang dibentuk SportingNews.com lantas memilih Kobe sebagai pemain terbaik NBA. Di belakangnya, mengekor nama LeBron.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kobe merasa bahwa posisinya yang selalu dibanding-bandingkan dengan LeBron sebagai sesuatu yang wajar. Namun ia merasa bahwa gembar-gembor 'rivalitas' itu sedikit berlebihan.
"Saya pikir itu cuma hype. Masih banyak pemain lain. Dwayne Wade, Carmelo Anthony, saya sangat respek kepada mereka berdua," tukas shooting guard berusia 31 tahun itu.
"Bagi saya, di titik karir seperti ini, yang terpenting adalah hasil bulan Juni (final NBA digelar bulan Juni--red), apa pun yang terjadi pada bulan-bulan lainnya," kata Kobe.
Perbandingan Kobe dengan LeBron banyak dilakukan mengingat karakter keduanya yang mirip dan jalan karir mereka yang nyaris sama, yakni sudah menjadi bintang di usai relatif muda.
Keduanya sama-sama tidak pernah mengalami masa-masa college. Baik Kobe mau pun LeBron sudah di-draft ke NBA setelah lulus dari sekolah menengah (SMU).
"Well, buat saya berbeda karena ketika saya keluar dari SMU, saya di-draft oleh tim pesaing juara. Kami punya Eddie Jones, guard All Star. Saya banyak di bangku cadangan di tiga tahun pertama," ungkapnya.
"Jadi situasinya sedikit berbeda. Saya tidak pernah bermain 40 menit per pertandingan di tahun-tahun pertama (seperti yang kini dilakukan LeBron--red). LeBron fenomenal, berbakat fenomenal dan dia seseorang yang lebih baik," pungkas Kobe.
(arp/nar)











































