Arenas mengaku bahwa tindakannya membawa senjata api ke Verizon Center dipicu karena kelahiran sang putri, Hamiley Penny, pada bulan ini. Merasa tak aman menyimpan senjata api di rumah dengan adanya bayi, dia pun membawanya ke markas tim.
Sepekan berselang, Arenas menyatakan bahwa dia sudah memberikan senjata api itu ke pihak keamanan agar bisa diberikan kepada polisi. Pihak Wizards sendiri sudah mengeluarkan pernyataan kalau senjata itu tak diisi amunisi dan mereka telah memberitahu pihak berwenang dan NBA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perkara senjata api ini juga sempat menyandung Arenas pada tahun 2004 lalu. Dia tak bisa bermain di partai pembuka Wizards karena tak bisa memenuhi syarat registrasi senjata api saat tinggal di California pada tahun 2003.
Untuk kasus yang sekarang terjadi, Arenas tampaknya tak bakal mendapat masalah hukum berarti setelah Quintin Peterson selaku juru bicara kepolisian Washington telah menyatakan bahwa tak ada penyelidikan terhadap si pemain.
Yang jadi ganjalan sekarang adalah peraturan NBA mengenai senjata api. Meski membolehkan para pemain memilikinya, keberadaan senjata api tersebut tak boleh ada di fasilitas liga atau saat pergi dalam kunjungan yang berkaitan dengan NBA.
"Kami sadar dengan situasinya dan kami sedang bekerja untuk bisa memahami fakta dan aspek legal yang relevan secara menyeluruh," terang NBA dalam keterangannya.
(krs/krs)











































