Perbuatan Arenas yang menyimpan senjata api plus terlibat pertengkaran dengan Crittenton di Verizon Center berbuah mimpi buruk buat si pemain. Mantan pemain NBA All-Star tersebut akhirnya diganjar hukuman larangan bertanding hingga akhir musim oleh komisi disiplin NBA yang dipimpin David Stern.
Keputusan ini memperjelas hukuman 'skorsing dalam waktu yang tidak ditentukan' yang dijatuhkan kepada Arenas pada 6 Januari silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataan resminya, Stern menekankan kembali bahwa senjata api di tempat kerja tidak dapat ditolerir lagi.
"Kami telah menasihati para pemain secara tertulis dan juga secara pribadi terkait kasus ini. Akan tetapi mereka mengacungkan senjata api dan itu benar-benar tidak dapat ditolerir lagi," ungkap Stern dalam konferensi pers.
"Dan jika ada keraguan ke salah satu pemain di masa depan, kami akan berurusan dengan ini bahkan dengan cara yang lebih kejam."
Menanggapi hukuman yang telah dijatuhkan kepadanya, Arenas yang telah mengaku bersalah sebelumnya tidak akan mengajukan banding.
"Tuan Arenas menyadari bahwa tindakan-tindakannya itu adalah tindakan serius dari segi hukum maupun liga yang merugikan NBA dan reputasinya," terang Ken Wainstein, kuasa hukum Arenas.
"Dia menerima seluruh tanggung jawab atas apa yang telah dia lakukan dan menerima seluruh skorsing hukuman atau proses terkait keputusan komisi."
Sementara itu pihak Crittenton belum memutuskan apakah akan mengajukan banding atau tidak.
"David Stern telah melakukan tindakan yang dia anggap benar untuk liga. Kami akan melihatnya lebih lanjut dan membicarakannya dengan Javaris dan asosiasi pemain," ujar Mark Bartelstein, agen Crittenton.
(roz/arp)











































