SM harus mengakui keunggulan tuan rumah Patriots saat dijamu di Ynares Sports Arena, Pasig, Jumat (12/2/2010), dalam game pertama Grand Final ASEAN Basketball League (ABL). SM kalah 68-78.
Dalam pertandingan, SM memang praktis nyaris selalu ketinggalan dari Patriots.
Tapi kebangkitan sempat muncul di kuarter ketiga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu SM yang dimotori oleh Nakiea Miller berbalik unggul sampai 56-53. Sayangnya, usai time-out SM justru dikejar Patriots untuk disamai 58-58 bahkan diungguli lagi 60-58 saat kuarter tiga berakhir.
Pelatih SM Fictor Roring menilai bahwa penampilan timnya sebenarnya sudah membaik di awal paruh kedua. Sayangnya, penampilan oke itu tak bisa dijaga terus sampai akhir pertandingan.
"Setelah half time kelemahan sudah dievaluasi. Tapi momentum setelah itu kembali hilang akibat kesalahan turnover lewat easy lay up lawan," analisa dia.
Atas hilangnya momentum tersebut, pria yang akrab disapa Coach Ito itu pun hanya bisa menyalahkan penampilan SM sendiri. "Kita terburu-buru ofensif, harusnya kita santai karena leading. Itu kesalahan kita sendiri."
"Patriots memang sangat kuat, apalagi mereka main di rumah. Setidaknya kita sudah menunjukkan kita bisa, padahal start tadi nggak begitu bagus," tandas Coach Ito. (krs/nar)











































