Setelah berhasil meraih poin pertama dua hari lalu, Magic terus menjaga asa untuk bisa melangkah ke final. Kembali berlaga di kandangnya sendiri,Β Amway Arena, Kamis (27/5/2010) siang WIB, anak didik Stan Van Gundy tampil dominan untuk memetik kemenangan keduanya dengan skor 113-92.
Magic mengawali sukses tersebut dengan memetik kemenangan 31-27 di kuarter pertama. Keunggulan tersebut berhasil dipertahankan di akhir paruh pertama laga dengan masih memimpin perolehan poinΒ 57-49.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keunggulan Magic makin tak terbendung di kuarter pamungkas di mana mereka berhasil meraup 29 poin sementara lawannya cuma diberi 17 angka. Dwight Howard cs akhirnya mengunci kemenangan di game kelima ini dengan skor 113-92.
Kabar buruk buat Celtics tak berhenti sampai di situ karena Kendrick Perkins diusir dari lapangan karena terkena dua teknikal foul karena berdebat dengan wasit. Teknikal foul ketujuh buat Perkins di postseason ini membuat dia harus absen di game keenam, yang akan kembali dilangsungkan di kandang Celtics, TB Garden, Sabtu (29/5/2010) WIB.
Laga di kandang sendiri tersebut juga menjadi kesempatan buat Celtics untuk menuntaskan babak final wilayah timur ini. Sepanjang sejarah Playoff NBA, belum pernah ada tim yang keluar sebagai pemenang setelah lebih dulu tertinggal 0-3.
Dengan 24 poin, lima rebound dan lima assist, Jameer Nelson jadi top performer di kubu Magic. Sementara Rasheed Wallace menjadi penampil terbaik Celtics usai menyumbang 21 poin dan dua rebound.
"Saya tak tahu apakah bisa mengatakan kalau momentum itu muncul saat tertinggal 2-3 dan akan menjalani pertandingan di kandang mereka. Saya sendiri masih melihat kalau kami tengah mendaki gunung tinggi di sini. Kami bermain dengan lebih baik," sahut ,β Stan Van Gundy mengomentari kans timnya di game keenam.
(din/krs)











































