Rivalitas Abadi itu Hidup Lagi

Jelang Final NBA

Rivalitas Abadi itu Hidup Lagi

- Sport
Rabu, 02 Jun 2010 10:04 WIB
Rivalitas Abadi itu Hidup Lagi
Jakarta - Los Angeles Lakers dan Boston Celtics adalah dua tim besar di kancah NBA. Rivalitas keduanya juga selalu panas dan menarik disaksikan, seperti halnya di final NBA tahun ini.

Rivalitas abadi ini terentang panjang sejak tahun 1959 ketika Lakers (saat itu bernama Minneapolis Lakers) dan Celtics bertemu di final NBA untuk kali pertama. Setelah itu, mereka bertemu lagi sebanyak 10 kali.

Dari 11 pertemuan itu, Celtics memenangi sembilan, delapan di antaranya terjadi di delapan perjumpaan pertama. Lakers memenangi dua perjumpaan, tapi duel terakhir tahun 2008 dimenangi Celtics.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keduanya juga merupakan tim yang paling banyak mengoleksi gelar di NBA: Celtics juara 17 kali dan Lakers 15 kali. Bila digabung, 32 gelar di antara mereka adalah separuh dari 63 gelar juara NBA.

Duel ke-12 akan terjadi di final NBA 2010 yang pertandingan pertamanya berlangsung pada Jumat (4/6/2010) pagi WIB. Meski nuansa rivalitasnya kencang, bintang Lakers Kobe Bryant tak terlalu menanggapi euforia di sekelilingnya.

"Saya tidak peduli. Biarlah orang lain saja yang menunggu-nunggunya. Buat saya, yang saya tunggu-tunggu adalah kemenangan," komentar Bryant seperti dikutip Reuters.

Beda dengan Bryant yang cenderung cuek, pelatih Celtics Doc Rivers justru sangat antusias. Baginya, rivalitas Lakers dan Celtics sudah merasuk di hati setiap orang yang terlibat, mulai dari pelatih, pemain sampai pendukung.

"Celtics dan Lakers berarti lebih karena sejarahnya, bahkan anak-anak muda itu tahu sejarah kami. Saat Anda merasa sebagai Celtic, Anda harus membela Celtics. Saat Anda seorang Laker, Anda harus membela Lakers," kata Rivers.

Perjalanan kedua tim menuju final sendiri menarik diikuti. Bila Lakers, peringkat dua NBA, melaju mulus melewati Oklahoma City Thunder (4-2), Utah Jazz (4-0) dan Phoenix Suns (4-2), maka Celtics melaju dengan penuh kejutan.

Di babak pertama playoff, Celtics mengandaskan Miami Heat (4-1). Meladeni Cleveland Cavaliers, tim terbaik NBA musim ini, Paul Pierce dkk tampil perkasa dan unggul 4-2. Kejutan berlanjut tatkala mereka menumpas finalis NBA tahun lalu, Orlando Magic, dengan skor 4-2.

Lakers akan lebih diunggulkan dalam duel best of seven itu. Tapi buat Paul Pierce, yang kelahiran Los Angeles, ia sangat ingin mengulangi manisnya kemenangan tahun 2008.

"Saya ingin bermain melawan LA. Saya ingin pergi ke sana dan menjadi juara di kota asal saya. Ini adalah rivalitas, titik. Motivasi untuk jadi juara," tegas forward Celtics itu.

(arp/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads