Dongeng Celtics Tak Berakhir Indah

Dongeng Celtics Tak Berakhir Indah

- Sport
Jumat, 18 Jun 2010 16:17 WIB
Dongeng Celtics Tak Berakhir Indah
Los Angeles - Dari tim yang disebut 'menua', Boston Celtics menjelma jadi tim finalis NBA. Namun dongeng pasukan Doc Rivers tidak berakhir indah karena mereka dihentikan Los Angeles Lakers.

Di musim reguler, Celtics cuma menempati peringkat empat klasemen akhir Wilayah Timur. Hasil yang cukup wajar bila melihat para pemainnya mulai menua, seperti Kevin Garnett yang 34 tahun, Ray Allen 34 dan Paul Pierce 32.

Mengalahkan Miami Heat yang menghadang di babak pertama playoff dengan skor 4-1 barangkali bukan hal istimewa karena Heat cuma peringkat kelima. Namun setelah Heat, lawan-lawan yang harus dihadapi Celtics adalah tim kelas atas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di babak kedua, Celtics harus menghadapi tim peringkat satu Wilayah Timur sekaligus NBA, Cleveland Cavaliers. Saat itulah, kata 'menua' berubah jadi 'pengalaman'. Cavaliers pun disikat 4-2.

Finalis tahun lalu, Orlando Magic, menunggu Celtics di final Wilayah Timur. Sekali lagi Celtics menjungkirbalikkan ekspektasi publik dengan unggul 4-2 sehingga sampai ke partai puncak.

Menghadapi Lakers, Celtics bagai kehabisan bensin. Meski mampu memberikan perlawanan maksimal, pasukan hijau-hijau harus mengakui keunggulan lawan 3-4.

"Saya pikir semua orang tidak cuma lelah secara fisik, tapi juga lelah secara mental," aku Garnett usai pertandingan seperti dilansir YahooSport.

Ketahanan fisik tampaknya jadi hambatan utama Celtics mengingat usia para punggawa mereka. Tampil apik dan memimpin di tiga kuarter pertama, Garnett cs disalip Lakers di kuarter terakhir.

"Ini adalah kali pertama sepanjang tahun ini kita bisa bilang kalau kami sudah tua. Di akhir pertandingan, kami sudah tidak punya cukup tenaga," komentar pelatih Celtics Doc Rivers.

"Saya pikir ini menyakitkan," imbuhnya.


(arp/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads