Profesionalisme NBL Dimulai dari Pakaian

Profesionalisme NBL Dimulai dari Pakaian

- Sport
Senin, 21 Jun 2010 14:00 WIB
Profesionalisme NBL Dimulai dari Pakaian
Jakarta - Kompetisi bola basket National Basketball League (NBL) Indonesia berusaha untuk menciptakan kesan profesional sejak dini. Salah satunya, dibuatlah kode berpakaian.

Dalam kode berpakaian yang dirilis NBL, di musim perdana nanti, yaitu musim 2010-2011, para pelatih dan ofisial wajib mengenakan kemeja dan dasi.

"Sebagai kompetisi yang akan menjadi panutan bagi kompetisi-kompetisi lain di Indonesia, sudah waktunya menerapkan aturan berpakaian yang lebih profesional," kata Komisioner NBL Azrul Ananda dalam rilis yang diterima detiksport.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lengkapnya, setiap pelatih dan ofisial yang mendampingi tim bertanding wajib mengenakan kemeja lengan panjang, dasi, jas, celana kain, serta sepatu pantofel. Aturan yang sama berlaku untuk pemain yang tidak bertanding, tapi duduk di kawasan bench. Khusus hari Jumat, ofisial dan pemain itu mengenakan kemeja batik lengan panjang.

Aturan ketat juga diberlakukan bagi pemain dan ofisial yang menonton di tribun. Meski mereka tidak sedang bertanding, tapi mereka kini dituntut mengikuti aturan
dresscode lebih ketat yaitu wajib mengenakan polo shirt, celana panjang, dan sepatu. Polo shirt pun harus dimasukkan rapi.

"Aturan tambahan ini diajukan oleh pelatih Satria Muda, Fictor Roring. Kemudian disambut positif oleh penyelenggara dan klub-klub lain," ungkap Azrul.

"Kalau memang ingin rapi, sebaiknya sekalian total rapi. Bukan hanya yang bertanding yang enak dilihat, yang berada di bench pun harus enak dilihat. Selain untuk kerapian, dari aturan berpakaian ini, semua bisa terlihat lebih profesional. Ini tentu akan baik untuk image klub dan liga," timpal Fictor.


(arp/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads