James meninggalkan Cleveland Cavaliers pada 8 Juli lalu setelah tujuh tahun memperkuat tim itu. Peraih dua kali MVP NBA tersebut hijrah ke Heat untuk bergabung dengan rekan All-Starnya, Dwayne Wade dan Chris Bosh.
Keputusan James itu dipertanyakan Jordan. Dia mengibaratkan kalau dirinya dan dua pemain hebat lain di eranya, Larry Bird dan Magic Johson, tak akan mungkin mau main bersama di satu klub seperti halnya Wade, Bosh dan James.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu tak pernah jadi pertanyaan karena memang belum pernah ada yang melakukannya. Kami tak memikirkannya karena kami tidak seperti itu. Sedari kuliah aku malah sudah memikirkan bagaimana cara mengalahkan Larry Bird," tukas Johnson di Bloomberg.
Keputusan James untuk pindah pun disebut-sebut telah mencederai citranya di mata fans karena dilakukan dengan kurang elegan. Namun, Johnson percaya itu semua akan luntur jika James bisa menjawab dengan prestasi di lapangan.
"Aku pikir suatu hari dia akan jadi pebisnis ulung. Tentu urutan pertama bisnis yang harus LeBron lakukan sekarang adalah memenangi kejuaraan. Jika Anda membangun citra di atas lapangan maka itu akan membereskan citra di luar lapangan," lugas Johnson.
(krs/arp)











































