Pada seri I pertama yang dihelat di Surabaya, Sabtu (16/10/2010), Aspac tak meraih kemenangan tersebut dengan mudah. SM yang menjadi juara dalam empat kompetisi terakhir bermain tak kenal lelah dan terus merapatkan diri.
Center Aspac, M. Isman Thoyib, membuka poin di kuarter pertama, lalu ditambah tembakan dua angka dari sang guard, Hendry Sudjana. Tapi, Amin Prihantono membalas dengan tembakan tiga angka. Poin terus terpaut tipis hingga saat pertandingan kuarter pertama kurang 5.33 menit dan Amin menyamakan kedudukan 11-11. SM baru membalik keadaan 16-14 saat kuarter pertama tersisa empat menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kuarter kedua semakin panas. SM tampak kesulitan menembus defense ketat Aspac yang tampil tanpa salah satu andalannya, Xaverius Prawiro. Di akhir kuarter kedua, Aspac berhasil menjauh dengan kemenangan 43-30.
SM baru menemukan penampilan terbaiknya di akhir kuarter ketiga. Mereka sukses membuat Aspac kesulitan mencetak poin. Total, hanya delapan poin yang berhasil dibuat Aspac. Sementara SM mencetak 20 poin. Kendati demikian, di akhir kuarter, Aspac masih unggul tipis 51-50.
Kuarter keempat dimulai dengan permainan cepat SM. Amin Prihantono dan Youbel Sondakh menjadi motor permainan. Di awal kuarter, mereka langsung membalik keadaan, unggul dari Aspac 52-51. Sejak itu, kejar-mengejar skor berlangsung.
Namun demikian, tembakan tiga angka Agung Sunarko menjadi poin terakhir yang dicetak Satria Muda. Tembakan Agung mendekatkan Satria Muda, 58-61.
Sejak itu, perolehan skor Satria Muda buntu. Aspac terus menjauh hingga akhirnya menang 68-58.
Bagi Aspac ini menjadi kesuksesan lanjutan setelah pada NBL Preseason Tournament di Malang Juli lalu menjadi tim pertama yang meraih kemenangan. Semetara bagi SM, akhir pekan ini menjadi waktu yang buruk. Pasalnya, skuad mereka di ABL juga mengalami kekalahan--dibekuk Thailand Slammers 63-84.
(roz/key)










































