Pertandingan dihelat di Sritex Arena, Sabtu (11/12/2010). CLS yang sebelumnya kalah di seri II masih gagal balas dendam dan kembali menyerah 70-64.
CLS mampu menunjukkan permainan yang oke di awal laga. Dimotori oleh Sigit Nurman dan Agustinus Indrajaya, klub basket asal Surabaya ini memimpin kuarter satu dengan skor 16-13.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kuarter empat berjalan cukup ketat. Meskipun skor terpaut cukup jauh, pelatih Fictor Roring tetap menurunkan kekuatan terbaiknya di sisa laga.
CLS semakin terpuruk menyusul di keluarkannya Agustinus karena telah melakukan lima kali pelanggaran. Kemenangan pun mudah saja direbut oleh SM.
Stadium Tundukkan Angsapura
Stadium mengawali kiprahnya di seri III dengan sempurna dengan mempecundangi Angsapura dengan skor cukup telak 68-56.
Awal kuarter tak terlalu berjalan baik buat Stadium. Angsapura berhasil mengimbangi permainannya dan bahkan unggul hingga dua poin 17-15 di akhir kuarter pertama.
Di kuarter kedua, Stadium berhasil bangkit. Dino Leonardo yang di kuarter sebelumnya mencetak 11 angka menambah pundi-pundi angkanya lewat three-point shoot. Merio Ferdiansyah mengemas sembilan angka dan Stadium unggul 35-29.
Selepas jeda, Angsapura berhasil menyamakan kedudukan di angka 42 sama kuat pada kuarter ketiga. Namun sayangnya, mereka kehilangan pemain andalannya Valentino Wuwungan yang mengalami cedera di tengah laga.
Absennya Valentino cukup dirasakan efeknya oleh Angsapura. Johannes Siahaan tampil gemilang dengan mencetak double-double namun perolehan itu tetap gagal menyelamatkan timnya dari kekalahan. (rin/roz)











































