"Ada beberapa tim lain yang pemain atau ofisialnya melanggar peraturan dan mendapatkan surat peringatan. Namun, tidak sebanyak yang dilakukan Garuda, sehingga harus dikenai sanksi denda," ungkap Azrul Ananda, commissioner NBL, dalam rilis yang diterima detikSport.
Sepanjang seri reguler, Garuda telah dua kali mendapatkan sanksi denda. Yang pertama terjadi saat seri II di Bandung. Ketika itu, seluruh pemain Garuda tampil menggunakan jersey yang tidak mencantumkan nama tim. Padahal, sesuai Peraturan Pelaksanaan NBL Indonesia 2010-2011 Bab III Pasal 3 Ayat 7 tentang Syarat Berpakaian Personel NBL Indonesia, tertera bahwa:
"Setiap desain jersey harus mencantumkan dan terlihat jelas nama klub di bagian depan, juga nomor pemain di bagian depan dan punggung. Wajib memasang nama pemain dengan ejaan sesuai nama yang terdaftarβ¦"
Β
Menurut kesepakatan bersama, tim baru akan mendapatkan sanksi denda bila sudah melakukan pelanggaran untuk kali ketiga. Hal ini tertera pada Peraturan Pelaksanaan 2010-2011 Bab III Pasal 3 Ayat 10 yang menyatakan bahwa:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semestinya, pengumuman sanksi dan denda sudah dipublikasikan sejak pelanggaran pertama. Tapi karena ini masih musim perdana, masih diberikan sedikit kelonggaran. Baru ketika pelanggaran terus berlanjut, denda diterapkan.
Garuda yang sudah melakukan kesalahan hingga tiga kali dalam laga di Bandung tersebut pun mendapatkan sanksi denda sebanyak total Rp 12 juta (Rp 1 juta per pemain, per pertandingan. Total terdapat 12 pemain melanggar dalam satu pertandingan).
Pelanggaran tersebut terulang kembali pada NBL Seri V di Jakarta. Pada Sabtu, 12 Februari 2011, dalam laga melawan Satya Wacana Angsapura Salatiga, tiga pemain Garuda Gagan Rahmat, Hendru Ramli, dan Octoviano Permata Sura, kembali mengenakan jersey yang tidak menampilkan nama tim secara jelas. Padahal, pemain yang lain tidak bermasalah.
Karena sudah terhitung sebagai pelanggaran keempat, maka ketiga pemain tersebut juga dikenai sanksi masing-masing Rp 1 juta (total Rp 3 juta).
"Peraturan-peraturan penyelenggaraan NBL dibuat untuk mendukung supaya liga menjadi terasa lebih rapi di mata para penggemar. Kami sangat berterima kasih kepada tim-tim yang sudah bersedia mematuhi aturan tersebut. Dan semoga tidak ada lagi pelanggaran peraturan di kemudian hari," ungkap Azrul.
(a2s/a2s)











































