SM mengawali musim NBL dengan juara Preseason Tournament 2010. Di final mereka mengalahkan Nuvo CLS Knight 51-36.
Mengawali musim NBL mereka kalah 58-68 dari Dell Aspac Jakarta di Seri I Surabaya, 16 Oktober 2010. Selanjutnya masih di seri I Surabaya, Wellyanson Situmorang dkk. kalah lagi 67-71 dari Pelita Jaya Esia Jakarta dalam laga yang digelar 17 Oktober.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim besutan Fictor Gideon Roring mengakhiri musim reguler di posisi runner-up di belakang Pelita Jaya Esia. SM membukukan nilai 51 dari 24 kemenangan dan tiga kali kalah. Nilai itu sama dengan Pelita Jaya Esia, namun SM kalah dalam urusan mencetak poin. Pelita memiliki catatan 2080 - 1542 sementara SM memiliki catatan 1900-1487.
SM melaju ke partai puncak NBL Championhip yang digelar di DBL Arena, Surabaya, usai menundukkan Muba Hangtuah Sumsel di perempatfinal dan Dell Aspac Jakarta di semifinal.
Lawan yang dihadapi di laga puncak adalah "tuan rumah" Nuvo CLS Knight Surabaya. Di kuarter pertama, CLS tampil cepat dan agresif sehingga SM ketinggalan. Namun begitu di sisa tiga kuarter giliran SM yang mengendalikan permainan dan menutup laga sebagai pemenang.
Tidak ada kepanikan di tubuh SM. "Kita cuma rapiin permainan saja. Saya bilang ke pemain: guys kita baik2 aja. Gak ada sesuatu yang spesial. Kuarter I ketinggalan itu sangat-sangat normal," jelas pelatih Fictor Roring kepada wartawan usai pertandingan.
Roring mengatakan bahwa para pemain adalah juara sejati. Itu sudah dibuktikan ketika menyingkirkan Aspac di semifinal. Pertandingan itu sendiri sempat ditunda selama lebih kurang satu jam karena kebocoran arena. "Kita sudah lima setengah jam ada di DBL Arena. Bila tidak ada mental juara, kami tak mungkin bisa mengeksekusi," ujar pelatih yang akrab disapa Ito.
"SM selalu tampil dengan rasa lapar. Pemain adalah The Real Champions. The Real MVP ada di sini," tegas Roring.
Saat memberikan penjelasan kepada wartawan, di belakang Ito terdapat sejumlah anak buahnya. Mereka meneriakkan "Never Underestimate The Heart of A Champions!".
Soal final, SM memang sudah sarat pengalaman. Sejak 2004 nama SM selalu hadir di pertandingan puncak kompetisi basket profesional tanah air. Hampir semua ditutup dengan cerita sebagai juara oleh SM dan hanya sekali mereka gagal yakni saat dikalahkan Aspac di tahun 2005.
(nar/rin)











































