Kompetisi basket Indonesia dalam tujuh musim terakhir praktis dikuasi oleh Satria Muda Britama. Dominasi itu mereka awali pada tahun 2004 dengan menyabet gelar juara kompetisi Indonesian Basketball League (IBL). Gelar itu merupakan yang pertama setelah kali terakhir mereka merengkuh juara Kobatama tahun 1999. Ketika itu SM yang dimotori Wahyu Widayat Jati dibesut oleh Fictor Roring.
Tahun 2004 sekaligus menjadi musim pertama pelatih kelahiran Manado itu bersama SM. Hingga saat ini, kursi pelatih kepala di SM masih diduduki Roring. Selama itu pula prestasi demi prestasi tidak berhenti dipersembahkan pria yang akrab disapa coach Ito tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roring telah berhasil memenuhi ekspektasi dari para penggemar SM yang di sepanjang seri NBL Championship di DBL Arena ini membawa spanduk βBelon6in6β. Angka enam tersebut adalah gelar juara yang diharapkan diraih oleh SM.
Atas prestasi ini, Roring tak jumawa. Ia memuji para pemainnya dan lebih memilih menyebut dirinya sebagai orang yang beruntung.
"SM selalu tampil dengan rasa lapar. Pemain adalah The Real Champions. The Real MVP ada di sini," tegas Roring kepada wartawan selepas kemenangan atas CLS.
βKemenangan ini berkat luar biasa buat saya dan buat tim. Saya bersyukur kepada Tuhan. Saya meras keberuntungan saya sangat besar,β tutup dia sembari mengatakan bahwa gelar keenam ini secara khusus ia persembahkan kepada CEO klub Erick Tohir.
(rin/rin)











































