Hadir sebagai finalis sebenarnya sudah merupakan sejarah tersendiri bagi CLS. Dilansir dari situs resmi National Basketball League, final NBL musim ini adalah kali pertama bagi klub yang didirikan tahun 1946 itu masuk ke partai puncak kompetisi bola basket profesional Indonesia.
Namun perjalanan anak buah W.Amran untuk musim ini hanya sampai final saja. Menghadapi Satria Muda Britama yang merupakan tim langganan final dan langganan juara, CLS yang meski didukung oleh mayoritas penonton harus meninggalkan lapangan sebagai runner-up dalam laga final yang digelar di DBL Arena, Surabaya, Minggu (13/3/2011) malam WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βKita punya masalah di peneyerangan. Namun itu bukan berarti penyerangan gagal total. Tapi ada masalah di free throw. Dihitung-hitung, tadi ada sepuluh poin yang bisa didapat lewat free throw namun gagal dimasukkan,β kata asisten pelatih Risdianto Roeslan kepada detikSport selepas pertandingan.
βYa bagi kami ini masalah akurasi saja. Semua tim pernah mengalami hal begitu. Ada good day, ada bad day. Ada good nite, ada bad nite,β tambah Risdianto.
Musim depan, Risdianto mengatakan tim bertekad untuk meraih gelar juara. βKami belum beruntung. Selamat buat SM, mereka tim yang baik. CLS juga luar biasa. Target musim depan kita juara, kita musim ini sudah final,β tandasnya.
Soal evaluasi dari musim ini dan hal-hal yang perlu dibenahi untuk musim depan, Risdianto belum bisa menjawab.Β βEvaluasi belum bisa komentar. Butuh 1,2,3 hari untuk evaluasi general. Spesifiknya belum lah,β tutup dia.
(nar/rin)











































