Final Wilayah NBA
Lakers Melaju ke Final NBA
Selasa, 01 Jun 2004 12:04 WIB
Jakarta - LA Lakers akhirnya melaju ke final NBA menghentikan langkah Minnesota Timberwolves di gim keenam lewat kemenangan 96-90. Dengan demikian Lakers memenangkan seri final wilayah Barat dengan skor akhir 4-2. Shaquille O'Neal dkk pun berpeluang untuk memenangkan cincin NBA keempat dalam lima tahun terakhir. Namun pemain Lakers yang terlihat paling emosional mendapatkan tiket final adalah dua bintang veteran yang dibeli skuad kuning di awal musim ini, yaitu forward Karl Malone dan guard Gary Payton. Malone tak henti-hentinya tersenyum setelah timnya memastikan perolehan angka mereka tak mungkin terkejar lagi oleh lawannya. Ia pun terlihat berpelukan dengan Payton di pinggir bench. Ya, mungkin inilah kesempatan terbesar buat mereka memenangkan cincin yang telah mereka diidam-idamkan. Malone telah menanti hampir 18 tahun sementara Payton 12 tahun! Penyesalan pun terpancar dari wajah para pemain T-Wolves. Kevin Garnett yang malam itu tampil prima dengan torehan 22 angka plus 17 rebound dan torehan 27 angka guard T-Wolves Latrell Sprewell tak mampu mengantar timnya melaju ke babak final NBA untuk pertama kalinya.Dalam pertandingan yang digelar di Staples Center itu Malone berhasil menyumbang 10 angka, 10 rebound, dan 7 assist. Sementara Payton 7 angka, 8 assist plus 3 rebound. Pendulang angka terbanyak tetap diraih oleh Shaquille O'Neal dengan torehan 25 angka plus 11 rebound disusul oleh Kobe Bryant kali dengan perolehan 20 angka.Namun skuad Phil Jackson pantas berterima kasih kepada pemain cadangan Kareem Rush. Bermain hanya 24 menit, ia berhasil menyumbang 18 angka. Hebatnya seluruh angka berasal dari tembakan tiga angka!Salah satu tembakan tiga angka terpenting pebasket yang didraft tahun 2000 itu adalah yang dilakukannya tiga menit menjelang bubaran. Tembakan tiga angka keenam dari tujuh upaya yang dilakukannya malam itu (6-7) memperbesar keunggulan timnya menjadi 10 angka, 89-79. Sebenarnya T-Wolves mampu mengimbangi permainan Lakers di tiga kuarter sebelumnya. Skuad Flip Sauders menerapkan strategi defense yang menyulitkan para pemain Lakers. Shaq pun beberapa kali 'tertangkap'. Namun malam ini tembakan bola mati pebaset bertubuh raksasa itu sangat buruk. Ia hanya mampu melesakkan tujuh dari 20 kesempatan! Untung Lakers punya Rush. Lewat pemain bernomor punggung 21 itu Lakers dapat menatap gelar NBA keempat dalam lima tahun buat timnya dengan lebih dekat. Lakers akan melakoni partai final melawan pemenang pertandingan Detroit Pistons vs Indiana Pacers mulai minggu depan. Jika tahun ini pelatih Phil Jackson berhasil mengantar timnya memenangkan cincin NBA, maka ini akan menjadi yang kesepuluh dalam karirnya. Jackson pun menuju rekor pelatih pengoleksi cincin terbanyak dalam sejarah NBA. (mel/)











































