Lakers 'Ompong' di Kandang Pistons

Final NBA

Lakers 'Ompong' di Kandang Pistons

- Sport
Jumat, 11 Jun 2004 11:01 WIB
Jakarta - Tidak ada perlawanan berarti dari Los Angeles Lakers di gim ketiga final NBA. Detroit Pistons dengan mudah merengkuh kemenangan keduanya dan kembali unggul 2-1.Richard Hamilton 'menggila' dan seakan-akan ingin sekali membalaskan dendam kekalahan pahit saat di gim 2 hari Rabu lalu. Aksi Hamilton dengan three point-nya membakar semangat para rekan-rekan setimnya untuk menggilas Shaquile O'Neal dkk. Hingga pertandingan berakhir Pistons mengemas kemenangan telak dengan skor 88-68.Menjaga ketat Kobe Bryant merupakan langkah yang tepat bagi anak-anak Pistons. Lakers tidak bergeming dan Bryant hanya bisa mengemas satu poin sampai akhir babak pertama.Dunk dari Elden Campbell makin membuat Pistons kokoh 70-52. Tidak ada usaha ekstra dari Lakers untuk mengejar ketinggalan. Bahkan situasi ini sesuai dengan poster yang dibawa oleh suporter Pistons bertuliskan, "I can see Shaq dan Kobe, but i can't see Lakers." Tim yang pernah diperkuat Magic Johnson ini benar-benar kehilangan taringnya di kandang Pistons. Dimasukannya Karl Malone juga tidak begitu berpengaruh untuk Lakers. Padahal Malone setengah memaksakan diri untuk bermain karena cedera lutut. Tetap saja tidak ada lagi semangat pantang menyerah yang seperti diperlihatkan pada gim ke-2 lalu.Hamilton sendiri menyumbang 31 poin disusul Chauncey Billups dengan 19 poin untuk Psitons. Sementara Bryant hanya mendapatkan 11 poin dan O'Neal menambah 14 poin. Selain kedua pemain ini, tidak ada lagi skuad Lakers yang menonjol di pertandingan itu.Terbukti sudah mental para pemain Pistons memang sekeras baja. Kekalahan di gim 2 lalu sama sekali memberi efek keras pada Hamilton dkk. "Kami tidak pernah merasa down. Memang kami kecewa di gim 2 dan orang-orang mengira kami akan jatuh. Tapi kami justru makin bringas," ujar Billups seperti dilansir AP, Jumat (11/6/2004)."Kami berusaha konsisten dengan masing-masing tugas. Tayshaun menjaga ketat Kobe. Si raksasa (O'Neal) memang problem buat kami, tapi kerja sama Ben, Rasheed dan Elden bisa mengatasinya," tambahnya.Dengan demikian, peluang untuk mencapai gelar Juara NBA 2004 kembali terbuka untuk Pistons. Apalagi jika mereka bisa mencapainya, akan menjadi kebanggaan tersendiri buat Pistons. Pasalnya, sejak tahun 1998 belum ada tim Wilayah Timur yang memahkotai lagi gelar tersebut. (erk/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads