Final NBA
Pistons Selangkah Lagi Juara
Senin, 14 Jun 2004 13:21 WIB
Jakarta - Selangkah lagi, Detroit Pistons akan mencatat sejarah menjadi tim Wilayah Timur pertama yang berhasil merengkuh gelar juara setelah Chicago Bulls tahun 1998. Pistons menaklukkan LA Lakers di gim keempat, 88-80. Sejauh ini Pistons telah berhasil menjungkalkan ramalan banyak pihak yang jauh menjagokan Lakers mampu merengkuh gelar keempat dalam lima tahun terakhir. Setelah mencuri satu angka di kandang Lakers, skuad asuhan Larry Brown itu menyapu bersih dua angka di kandang sendiri, Palace of Auburn Hills. Alhasil kini mereka memimpin 3-1, yang berarti tinggal selangkah lagi memenangkan juara NBA kedua mereka setelah tahun 1990. Peluang Pistons untuk merengkuh gelar juara pun terbuka lebar. Pasalnya gim kelima masih akan berlangsung di Detroit. Apalagi jika melongok catatan sejarah, belum ada tim yang berhasil menang setelah ketinggalan 3-1 di Final NBA. Jika demikian maka sial buat Karl Malone dan Gary Payton, dua veteran yang pindah ke Lakers demi mengenakan cincin juara yang dinanti belasan tahun. Malone, yang masih dibebat cedera lutut, tak bisa berbuat banyak melihat rekan-rekannya dihabisi oleh Rasheed Wallace dkk. Bermain selama 21 menit, pebasket berjuluk "Mail Man" itu hanya mampu menyumbang 2 angka, 5 rebound, dan 2 assist. Lakers sebenarnya mampu mempertunjukkan perlawanan berarti. Sebabnya apalagi kalau bukan karena duo Shaquille O'Neal dan Kobe Bryant. O'Neal berhasil menorehkan 36 angka plus 20 rebound, sementara Bryant menyusul dengan sumbangan 20 angka. Namun apalah artinya O'Neal dan Bryant tanpa dukungan rekan-rekannya. Ke-frustrasi-an kubu Phil Jackson sempat membuahkan tiga technical foul masing-masing untuk Bryant, Slava Medvedenko, dan Jackson. Sementara kredit pantas dialamatkan kepada skuad Larry Jackson. Meski tanpa pemain bintang, R Wallace dkk bermain sangat kompak dan setiap pemain seolah tak mau kalah memberikan andil buat kemenangan timnya. Wallace, yang dalam pertandingan itu menjadi pengemas angka tertinggi dengan torehan 26 angka plus 13 rebound, berhasil menjadi inspirator buat kemenangan timnya. Richard Hamilton juga memberikan peran yang luar biasa. Dua jumper yang dilesakkan pebasket yang malam itu menyumbang 17 angka di kuarter keempat itu membawa keunggulan timnya menjadi empat angka, setelah sebelumnya ditahan seri Lakers di angka 56-56. Demikian juga halnya dengan Chauncey Billups, yang menyumbang 26 angka. Dua kali tembakan tiga angka yang dilesakkannya di akhir kuarter keempat membawa timnya memimpin 7-0, dan tak terkejar sampai akhir pertandingan. (mel/)











































