Rose terpilih setelah mengumpulkan angka tertinggi dalam penilaian yang dilakukan oleh media peliput NBA. Point guard Bulls itu mengumpulkan 1.182 angka berkat menjadi pilihan pertama dari 113 voters.
Mengekor Rose di tempat kedua adalah center Orlando Magic, Dwight Howard, dengan 643 poin. Di posisi ketiga ada LeBron James (Miami Heat), disusul Kobe Bryant (Los Angeles Lakers) dan Kevin Durant (Oklahoma City Thunder) di posisi empat dan lima.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang musim ini, Rose mencatat rata-rata 25 angka per pertandingan dan 7,7 assist per game. Berkat kontribusi Rose, Bulls berhasil merebut peringkat teratas musim reguler dengan jumlah 62 kemenangan.
Rose menjadi pemain Bulls kedua setelah Jordan yang pernah menjadi MVP. Tapi Rose sendiri mengakui bahwa ia masih jauh bila dibandingkan dengan Jordan yang sudah pernah lima kali jadi MVP dan punya enam cincin juara NBA.
"Saya bahkan belum bisa menyentuh pria itu (Jordan)," sebut Rose merendah seperti dikutip YahooSports. "Saya masih jauh dari dia. Bisa mendekati dia saja sudah hebat sekali. Ini adalah tim yang berbeda di era berbeda."
Rendah Hati
Kerendahan hati Rose sangat terlihat saat ia memberikan pernyataan usai terpilih sebagai MVP. Ia berterima kasih kepada semua orang, mulai dari fans hingga rekan-rekan setimnya. Tapi secara khusus ia berterima kasih kepada ibunya, Brenda Rose, serta saudara-saudaranya.
"Saya berpikir tentang betapa berat kerja ibu saya," kata Rose dengan suara tercekat.
"Hari-hari sulit itu. Tapi semuanya jadi tidak terasa berat karena saya cinta apa yang saya lakukan, yakni bermain basket. Ibu membuat saya tetap semangat setiap hari dan aku cinta ibu," demikian kata Rose.
(arp/din)











































