Dalam duel kontra Heat di American Airlines Center, Rabu (8/6/2011) pagi WIB, Nowitzki bermain dalam keadaan terserang flu. Dia batuk dan suhu tubuhnya mencapai 101 derajat Fahrenheit (sekitar 38 derajat Celcius). Dengan kondisi ini, dia hampir tak bisa tidur pada malam sebelumnya.
Kondisi tersebut tampaknya akan membuat pemain berposisi forward itu melempem. Pada tiga kuarter awal, dia cuma mencetak 11 poin. Mavs pun masih dalam kondisi tertinggal 65-69.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini final. Anda harus turun ke lapangan dan bersaing dan mencoba yang terbaik untuk tim Anda. Jadi, itulah yang saya lakukan," kata Nowitzki di Yahoosports.
"Saya akan baik-baik saja pada hari Kamis (pertandingan kelima). Semoga saya bisa tidur malam ini, minum obat, dan siap tampil pada hari Kamis," tambahnya.
Perjuangan Nowitzki melawan sakit ini mengingatkan kita kepada Michael Jordan. Jordan juga dalam kondisi demam tinggi saat mencetak 38 poin di pertandingan kelima final NBA tahun 1997. Legenda NBA itu akhirnya membawa Chicago Bulls meraih cincin juara pada tahun tersebut.
"Orang biasa, Anda tahu, kalau sakit dan berjuang melawan demam tinggi, akan sulit pergi dari tempat tidur. Orang ini (Nowitzki) bermain melawan atlet terbaik di dunia," puji rekan Nowitzki di Mavs, Tyson Chandler.
(mfi/krs)











































