20 Juni 2006, saat itu final NBA yang mempertemukan Miami Heat kontra Dallas Mavericks memasuki game keenam. Pertandingan itu digelar di American Airlines Center, Dallas, dengan keunggulan sementara 3-2 untuk Heat.
Heat yang ketika itu dimotori Dwyane Wade berhasil mengunci game keenam dengan kemenangan 95-92 sekaligus memastikan cincin juara NBA mendarat ke Miami.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasinya sedikit mirip dengan tahun 2006 di mana kepastian gelar juara juga didapat di game keenam yang kali ini dilangsungkan di American Airlines Arena, Miami. Situasi sebelum game keenam adalah Dirk Nowitzki dkk. unggul agregat 3-2 atas LeBron James cs.
Mavericks berhasil menutup pertandingan yang berlangsung Senin (13/6/2011) pagi WIB ini dengan kemenangan mantap 105-95 sekaligus merengkuh gelar juara. Kemenangan tahun ini sekaligus membuat Mavs berhasil melakukan revans atas Heat yang lima tahun silam berpesta di atas kesedihan publik Dallas.
Mavericks memulai perjalanannya menapaki tangga juara NBA musim ini dengan menempati peringkat ketiga Wilayah Barat.
Tim asuhan Rick Carlisle mengoleksi 57 kememangan dan 25 kekalahan. Selanjutnya di putaran pertama play-off, Maverikcs mengalahkan Portland Trailblazers dengan skor agreagt 4-2.
Di semifinal wilayah, mereka bertemu tim kuat Los Angeles Lakers. Di luar dugaan, Mavericks berhasil membekap tim besutan Phil Jackson dengan agregat 4-0.
Memasuki final wilayah, Oklahoma City Thunder menjadi ujian terakhir bagi Mavs. Jason Terry dkk. berhasil mengatasi sang lawan dengan skor 4-1 dan melaju ke final dengan menghadapi Miami Heat.
(nar/a2s)











































