Periode lockout yang diberlakukan sejak 1 Juli silam masih belum berakhir. Pembicaraan yang diharapkan mengakhiri periode pembekuan ini awal bulan Agustus silam, justru berlangsung kontraproduktif.
Pihak-pihak yang bermasalah, dalam hal ini asosiasi pemain (NBAPA) dan NBA malah saling ancam mengadukan ke jalur hukum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bintang Miami Heat Dwyane Wade juga membuka peluang dirinya bermain di luar negeri. Dikutip dari Yahoosports, pemain berusia 29 tahun itu mengatakan bahwa dirinya akan bermain dengan klub mana pun di musim dingin tahun ini.
"Saya akan bermain basket tahun ini. Saya tak tahu bermain di mana, namun saya sangat mencintai permainan ini. Jadi saya akan bermain dan kita lihat nanti bagaimana kami menyelesaikan masalah ini," ujar dia.
Wade membantah telah menerima tawaran dari luar negeri, termasuk berita bahwa dia telah mendapatkan proposal dengan iming-iming gaji sebesar 2 juta dolar per bulan dari klub di China.
Pemain berposisi point guard/shooting guard itu tetap memprioritaskan berkarir di NBA. Itu sebabnya Wade berharap masalah ini bisa selesai. MVP tahun 2006 itu mengatakan bahwa keinginan para pemain sebenarnya simpel.
"Pada akhirnya, kami pemain, tidak meminta hal ini terjadi dan tidak menginginkan ini terjadi. Semua ini adalah karena apa yang dilakukan para pemilik klub. Mereka memang menginginkan ini terjadi," ujarnya.
"Mereka (para pemilik-red) paham bahwa kami ingin bermain. Jadi saya membuat pernyataan tentang hal yang terjadi, LeBron James juga mengeluarkan pernyataan mengatakan kami ingin bermain. Semua harus tahu tentang itu."
"Kami ingin permainan ini. Jika kami sebagai sebuah tim bisa melangkah bersama dan memutuskan bahwa kami harus mengambil langkah lain, maka itu lah yang akan kami lakukan," pungkasnya.
(nar/din)











































