Tim debutan, Pacific Caesar Surabaya sekali lagi harus mengakui keunggulan senior mereka di NBL Indonesia. Meskipun bermain dengan cukup baik, Pacific masih belum mampu mengimbangi Muba yang mendominasi sebagian besar laga. Muba memberi pelajaran bagi Pacific, 66-38.
Setelah permainan berimbang di kuarter pertama, Muba bangkit meinggalkan Pacific di kuarter kedua. Dian Heriyadi dan Putra Prasetyo mendominasi. Dian mengemas total delapan poin sementara Putra sembilan poin. Pelan tetapi pasti, Muba Hangtuah menjauh dengan hasil akhir kuarter kedua, 25-15.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dian Heriyadi dan Ary Sapto menjadi bintang Muba Hangtuah pada laga ini. Dian mencetak double-double dengan 10 poin dan 14 rebound. Sedangkan Ary Sapto mencetak 18 poin dan enam assist.
Sementara itu, Garuda bak memberikan sebuah pelajaran ketika mereka menang telak atas NSH GMC 74-26.
Setelah berhasil meninggalkan NSH GMC dengan jarak lebar di kuarter pertama, 22-8, Garuda mulai menurunkan para pemain debutannya; Muhammad Dhiya Ulhaq, Aya Sumampouw, Iwa Kusuma, Ega Rakity, dan Christ Gideon. Hasilnya tidak terlalu mengecewakan, Dhiya Ulhaq yang masih berusia 19 tahun berhasil menyumbang empat angka di kuarter kedua.
Dua pemain senior Garuda, Nico Donnda dan Hendrik Agustinus yang mengawal para pemain debutan mengumpulkan poin individu terbanyak. Donnda dengan 12 poin dan tujuh rebound, sementara Hendrik 14 poin dan lima rebound.
Di pertandingan lainnya, Satria Muda Britama menelan kekalahan kedua setelah ditaklukkan Dell Aspac Jakarta 47-62 di pertandingan ketiga kali ini. Sedangkan pada pertandingan lainnya, Stadium Jakarta sukses mengalahkan Satya Wacana Salatiga 78-46.
(roz/din)











































