Penyaksi NBA tentu masih ingat bagaimana Mavericks yang dipimpin oleh Rick Carlisle menggulingkan Heat dengan LeBron James-nya 4-2 pada partai final NBA. Hasil itu mengantarkan Mavericks meraih titel juara pertamanya dan membuat James belum bisa mendapatkan cincin juara.
Mavericks pun memamerkan trofi juara mereka sebelum pertandingan dengan sang bos besar, Mark Cuban, dan seluruh pemain tampil di arena, di bawah riuhan tepuk tangan para pendukung. Namun, mereka belum tahu seperti apa hasil pertandingannya nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heat tak membiarkan Mavericks meraih keunggulan pada pertandingan itu. James pun tak berhenti menyumbang poin. Heat pun unggul jauh di akhir kuarter ketiga; 97-65.
Punggawa-punggawa Mavericks seperti Jason Kidd, Dirk Nowitzki, dan Jason Terry tak mampu berbuat banyak. Sementara itu, jagoan baru mereka, Lamar Odom, tak mampu menunjukka tajinya setelah hanya menghasilkan empat poin pada pertandingan ini.
Mavericks akhirnya lebih banyak melakukan turn-over ketimbang mencetak rebound. Heat pun mengambil keuntungan atas dominasinya. James menyebut, sejak awal mereka memang berniat bermain agresif.
"Kami mencoba untuk bermain agresif. Kami fokus sebagai tim. Kami punya training camp yang hebat. Kami datang ke sini dengan pikiran yang sama dengan yang kami miliki saat latihan, menggunakan kecepatan, dan bermain dengan mental fokus," ujar James di YahooSports.
James mencetak 37 poin, 10 rebound, dan enam assist pada pertandingan ini dan dinobatkan sebagai best performer dari kubu Heat. Sementara itu dari kubu Mavericks, muncul nama Terry yang menorehkan 23 poin, satu rebound, dan tiga assist.
(roz/roz)











































