Itulah yang dikatakan oleh Komisioner NBL, Azrul Ananda, melihat persaingan ke-12 tim yang ada di NBL musim ini. Meski papan atas masih didominasi oleh tim-tim seperti Satria Muda Britama, Dell Aspac Jakarta, Garuda Speedy Bandung, CLS Knight Surabaya atau Pelita Jaya Esia, tapi tim-tim yang berada di papan tengah maupun bawah bisa memberi perlawanan ketat untuk mereka.
Tim-tim seperti Muba Hangtuah IM Sumsel, Stadium Jakarta, Bima Sakti Nikosteel Malang atau Pacific Jakarta sesekali bisa tampil mengejutkan. Perbedaan poin antara peringkat ke-3 dan ke-9 pun hanya mencapai 10 angka. Jumlah yang bisa dipangkas pada seri Jakarta, di mana setiap tim rata-rata memainkan 5-6 pertandingan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang juga diamini oleh pemain Aspaca Dell Jakarta, Xaverius Prawiro yang melihat kekuatan tim musim ini lebih merata. Ke depannya guard berusia 25 tahun ini mengharapkan agar tim-tim yang scara materi tidak bagus juga bisa memberi perlawanan lebih.
"Jujur, saya kaget dengan persaingan musim ini. Biasanya cuma SM dan Aspac, tapi sekarang ada tujuh tim yang mampu bersaing secara ketat. Tidak seperti musim-musim sebelumnya. Mudah-mudahan ke depannya ke-12 tim yang ada bisa bersaing secara seimbang untuk kebaikan basket nasional," tandas pemain yang akrab disapa Iyus itu.
(mrp/a2s)











































