Terakhir kali Aspac juara adalah tahun 2005, ketika mereka mengalahkan musuh bebuyutannya, Satria Muda, dengan skor 2-0 dalam format best of three. Musim itu pun mereka menjadi juara dengan rekor tak terkalahkan yakni 22-0.
Sejak itu Aspac selalu berada di bawah bayang-bayang SM dengan kalah di final 2004, 2006, 2007, dan 2009. Musim ini Aspac yang masih ditangani pelatih kawakan, Tjetjep Firmansyah, kembali berpeluang besar untuk menjuarai NBL.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aspac akan langsung melawan SM di laga perdana seri terakhir musim reguler NBL 2011/2012 yang akan dihelat di Hall A Senayan, Jakarta, Sabtu (31/3/2012) besok. Seri ke-7 ini akan dihelat 31 Maret hingga 8 April. Kemenangan atas SM akan kian melapangkan jalan Aspac ke titel juara musim reguler.
Tapi gelar juara musim reguler saja tak cukup bagi Aspac, tim yang didirikan tahun 1986 itu juga akan menuntaskan rasa penasaran mereka jika menjadi juara di seri Championship musim ini, sekaligus mengakhiri enam tahun dominasi SM.
"Untuk penentuan juara musim reguler (melawan SM besok --red) kita akan tampil maksimal. Kita ingin ambil semua gelar musim ini. Kita akan juara di musim reguler dan juga Championship," tegas guard Aspac, Xaverius Prawiro, dalam jumpa pers di FX, Jumat (30/3) sore WIB.
"Kita harus berusaha keras tapi pada akhirnya Tuhan juga yang menentukan," tandasnya.
Lebih lanjut Aspac pun mengaku tak akan menganggap remeh SM yang diprediksi tak akan diperkuat beberapa pemain kuncinya pada laga besok seperti Vamiga Michael, Agung Sunarko, Youbel Sondakh, Galank Gunawa dan Faisal J Ahmad.
"Kami harus tetap hati-hati. Kami tidak ingin lengah dengan cederanya beberapa pemain SM. Kami harus waspada," timpal manajer tim, Irawan Haryono.
(mrp/a2s)











































