Beradu kuat di GOR UNY, Yogyakarta, Kamis (26/4/2012) siang WIB, kedua tim terlihat berhati-hati memulai pertandingan. Hanya total 18 angka tercetak di 10 menit pertama, dalam skor 10-8 untuk Pelita Jaya.
Tim asuhan Rastafari Horongbala itu, yang tidak ingin angkat koper lebih awal, kemudian tak terkejar di tiga kuarter sisa. Kelly Purwanto dkk. menambah 48 poin dan menahan Aspac yang cuma menambah 32 angka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelatih Aspac, Tjetjep Firmansyah, menyebut bahwa kekalahan timnya kali ini karena anak-anak asuhnya tidak memiliki mental yang kuat.
"Mental anak-anak tidak bekerja dan sudah down sejak awal pertandingan. Saya melihat semua pemain starter tim tidak punya motivasi untuk bertanding. Kalau sudah seperti itu sebagai pelatih saya bisa apa," jelasnya seusai pertandingan.
Sementara itu, Rastafari menyatakan kunci kemenangan timnya adalah kesuksesan membuat center Aspac, Muhammad Isman Thoyib, dalam situasi foul trouble.
"Kalau mau mengalahkan Aspac, keluarin Thoyib, dan matikan Ius (Xaverius Prawiro) serta Pringgo Pregowo," terangnya.
"Saya juga mengakui kalau tim saya punya keberuntungan yang besar," pungkasnya.
Dengan hasil ini Pelita Jaya masih harus melakoni satu melawan Aspac, Jumat (27/4) besok untuk memastikan tiket ke babak final. Dengan sistem double elimination yang diterapkan dalam NBL, setiap tim baru dinyatakan tersingkir setelah menelan dua kali kekalahan.
(a2s/mrp)











































