Bertanding di GOR UNY, Yogyakarta, Jumat (27/4/2012) malam WIB, Pelita Jaya mengawali kuarter pertama dengan meyakinkan.
Serangan yang dilancarkan cukup membuat Aspac tertekan. Sayangnya, menjelang akhir Pelita justru kedodoran dan berbalik tertekan dengan gempuran Aspac sehingga tertinggal 13-14 di akhir kuarter pertama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi Pelita Jaya kian sulit karena tak mampu mengembangkan permainannya. Di sisi lain, Aspac justru semakin 'menggila' sehingga mampu memperlebar jarak menjadi 48-30 di akhir kuarter tiga.
Di kuarter penentuan, Aspac sempat meninggalkan Pelita sangat jauh dalam kedudukan 62-36 di lima menit terakhir.
Meski sempat menunjukkan perlawanan, Pelita tidak mampu menahan laju Aspac yang meneruskan dominasinya hingga akhir. Aspac memenangi laga 71-49.
Xaverius menjadi bintang kemenangan Aspac dengan sumbangan angka tertinggi di laga ini dengan 27 poin. Sementara top skorer Pelita disabet Erick Sebayang dengan 13 poin.
Aspac ke partai puncak setelah memetik dua kali kemenangan atas Pelita Jaya dan akan melawan juara bertahan, SM pada Minggu (29/4). Pelita akan berjumpa Garuda Speedy Bandung guna memperebutkan peringkat ketiga.
"Kuncinya ada di mental. Soal teknis di tahap ini sudah tidak berpengaruh sekarang," ucap pelatih Aspac Tjetjep Firmansyah usai pertandingan kepada wartawan.
"Kalau mentalnya lebih jelek dari SM, kita kalah. Kita mesti lebih kuat mentalnya dari SM," tukas dia.
Aspac punya rekor buruk menghapi SM di musim reguler dengan menelan tiga kali kekalahan. Berhadapan dengan lawan yang sama di laga final, Xaverius menyerukan perbaikan pertahanan.
"SM tim kuat, juara bertahan pasti pertandingan lebih berat dari ini. Kita akan evaluasi. Tapi dengan musuh lebih berat, defend harus bagus. Kita tak bisa menang dari SM jika defend seperti tadi," ujar guard berusia 25 tahun itu.
(rin/din)











































