Sebelum Pelita Jaya, lawan-lawan lain yang sudah ditundukkan oleh Aspac saat berlaga di GOR Purna Krida, Badung, Bali adalah Stadium Jakarta, Pacific Caesar Surabaya, Bimasakti Nikko Steel Malang, Tonga BSC Jakarta, dan juga Satri Muda Britama Jakarta.
Pada pertandingan terakhir yang berlangsung, Minggu (7/4/2013) sore WITA, Aspac mendapatkan perlawanan sengit dari Pelita Jaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelita Jaya berhasil mengumpulkan satu poin lebih banyak saat melakoni dua kuarter tersisa. Mereka memasukkan 29 poin, sementara Aspac 28 angka. Tapi, tim besutan Rastafari Horongbala itu tetap keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 67-65.
Pelatih Pelita Jaya, Nathaniel Canson, menyatakan bahwa absennya Andy 'Batam' Poedjakusuma cukup berperan besar dalam kekalahan yang didapat tim besutannya.
βDia (Andy Batam) adalah jantung dari tim kami. Saya tidak siap mengantisipasinya,β ungkap pelatih asal Makati, Filipina ini dalam rilis yang diterima detikSport.
Kendati Aspac sudah tampil bagus selama berlaga di Bali dari 30 Maret sampai 7 April 2013, asisten pelatih, Antonius Joko, mengaku bahwa tim asal ibukota ini masih belum mencapai performa terbaik.
βKami belum mencapai peak performance. Saya yakin, tim kami bisa jauh lebih baik lagi saat Championship Series nanti,β tutur Joko.
Penampil terbaik dalam laga dua tim sekota ini adalah guard Aspac, Dirk Mathew Gerungan, dengan 15 poin dan empat steal yang dia bikin.
Hasil laga lainya yang dihelat pada hari ini, Pacific Caesar memetik kemenangan atas Tonga BSC 91-80. CLS Knights Surabaya sukses mengatasi perlawanan NSH GMC Riau 78-71.
Sedangkan Garuda Kukar Bandung berhasil menutup seri V dengan kemenangan setelah menundukkan Stadium 81-56.
(cas/mfi)











































