Aspac memastikan tiket ke final setelah mengalahkan Garuda Kukar Bandung dengan skor 61-53, Jumat (24/5/2013). Pertandingan tersebut berlangsung ketat, di mana kedua tim saling mengambil alih keunggulan.
Meski sempat unggul di paruh pertama, Aspac menurun di kuarter ketiga dan tertinggal. Tapi, mereka mampu bangkit dan kembali unggul di kuarter penutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya semua sudah capek, tapi mereka paksa karena mau masuk final. Mereka tidak menunjukkan itu di lapangan, itu yang buat saya bangga."
Selanjutnya, Fari menilai bahwa penurunan performa yang sempat terjadi di kuarter tiga disebabkan karena para pemainnya kelelahan. Ia bersyukur anak-anak asuhnya mau mengerahkan sisa-sisa tenaga mereka sehingga bisa memenangi laga.
"Kuarter satu dan dua kami bisa memegang kendali. Ini karena saya lihat Garuda agak tertekan," kata Fari.
"Tapi di kuarter tiga kita justru longgar karena pemain mulai kecapekan. Shooter lawan jadi tak terjaga."
"Syukurnya di kuarter akhir anak-anak bisa bangkit dan kembali ke form awal. Ditambah lagi Wendha Wijaya (playmaker Garuda) juga mulai kelelahan," imbuhnya.
Sementara itu guard Aspac, Andakara Prastawa, mengaku timnya kali ini bermain efektif dan tak memaksa melakukan tembakan tiga angka.
Ia juga menambahkan bahwa para pemain terpicu oleh absennya rekan setim, Pringgo Regowo, yang mengalami cedera lutut di pertandingan sebelumnya.
"Hari ini kita enggak mau memaksa tembak tiga poin. Kita lebih banyak ambil dua poin karena itu lebih efektif," ujar Prastawa.
"Kita cuma gak mau kalah. Kita mau menang demi Pringgo."
(mfi/mfi)










































