Aspac akan menghadapi Pelita Jaya Energi-MP Jakarta di laga puncak yang akan digelar di GOR UNY Yogyakarta, Minggu (26/5/2013). Dibandingkan dengan sang lawan, Aspac menatap pertandingan tersebut dengan sejumlah kekurangan.
Aspac hanya punya waktu istirahat satu hari sementara Pelita Jaya punya dua hari waktu pemulihan. Pertandingan melawan Garuda Kukar Bandung sore tadi merupakan laga tambahan karena Garuda baru menelan satu kali kekalahan. NBL Championship Series mengusung konsep dua kali kalah untuk tersingkir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, pelatih Aspac Rastafari Horongbala menegaskan bahwa masih ada faktor lain yang bsia menguntungkan timnya di laga puncak nanti.
"Memang saat ini keuntungan ada di pihak Pelita. Tapi laga final juga akan ditentukan oleh faktor lain, yakni mental. Siapa yang bisa memanfaatkan faktor tersebut akan keluar sebagai pemenang," ujar Fari usai pertandingan.
"Mudah-mudahan kita bisa bikin faktor tersebut jadi suntikan motivasi untuk anak-anak."
Fari lebih lanjut lagi mengungkapkan bahwa salah satu kunci untuk menjadi juara nanti adalah bermain dengan penuh semangat dan fokus. Ia pun menjanjikan anak-anak asuhnya bermain habis-habisan.
"Yang penting adalah bagaimana caranya kita mendorong anak-anak untuk bermain seperti hari ini, penuh semangat. Jangan sampai sudah memikirkan gelar juara tapi mainnya kurang semangat."
"Kita akan habis-habisanlah di final. Saya hanya berharap pertandingan final nanti akan seru, siapapun yang menang," kata Fari.
(mfi/mfi)











































