Rastafari: Semangat Aspac Luar Biasa

Rastafari: Semangat Aspac Luar Biasa

- Sport
Senin, 27 Mei 2013 02:19 WIB
Rastafari: Semangat Aspac Luar Biasa
DBL Indonesia
Yogyakarta - Pelatih Dell Aspac Jakarta, Rastafari Horongbala, mengaku kesuksesan timnya menjuarai NBL Championship Series 2013 merupakan hasil kerja keras dan semangat pantang menyerah para pemain. Hal ini juga yang menjadi kunci mereka membalikkan keadaan.

Pada pertandingan puncak yang digelar di GOR UNY Yogyakarta, Minggu (26/5/2013) malam, Aspac sempat tertinggal dari Pelita Jaya Energi-MP Jakarta di kuarter pertama. Namun perlahan-lahan mampu bangkit di kuarter kedua hingga akhirnya memastikan kemenangan.

Menanggapi hal itu, Rastafari Horongbala mengatakan bahwa timya sempat kaget dengan permainan cepat yang diterapkan Pelita Jaya sejak menit pertama. Tapi akhirnya justru mampu mengambil keuntungan dari strategi lawannya tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kaget karena Pelita Jaya main fast-break dan cepat, kami terlambat antisipasi itu," kata pelatih yang akrab dipanggil Coach Fari itu usai pertandingan.

"Tapi, ada keuntungannya dengan mereka main seperti itu di dua kuarter awal. Kuarter tiga dan empat stamina mereka menurun. Apalagi di kuarter terakhir kita bisa menjauh sehingga tekanan mereka bertambah."

"Saya kenal mereka, jadi saya tahu kapan mereka dalam kondisi tertekan dan kapan tidak. Itu bikin serangan mereka tidak berbahaya dan penjagaan menjadi longgar," ujar pelatih yang musim lalu mengasuh Pelita Jaya itu.

Fari menjelaskan lebih lanjut bahwa sebenarnya timnya berada dalam posisi yang kurang menguntungkan karena bertanding lebih banyak dan hanya mendapatkan waktu istirahat satu hari.

Ini karena mereka sempat kalah oleh Garuda Kukar Bandung dan harus menjalani partai tambahan dengan lawan yang sama. Sementara Pelita Jaya melalui jalan yang mulus ke final sehingga hanya menjalani tiga laga sebelum laga puncak.

Kendati demikian, semangat anak-anak asuhnya akhirnya berhasil membawa tim tersebut menggenggam juara NBL Championship Series untuk pertama kalinya.

"Kita main lima kali, sementara Pelita Jaya hanya tiga kali. Sebenarnya kondisi fisik kita sudah menurun, tapi saya rasa anak-anak punya semangat tak mau kalah yang besar."

"Saya tahu semuanya capek, tapi keinginan mereka buat menang itu yang akhirnya menghilangkan rasa capek. Itu yang bikin saya bangga dengan mereka," tambah Fari.


(roz/rin)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads