Kapten tim Dell Aspac Jakarta, Mario Gerungan, menyatakan bahwa ia dan rekan setimnya terpacu oleh pesan dari sang pelatih, Rastafari Horongbala, jelang laga final. Pesan inilah yang membuat mereka akhirnya merengkuh gelar juara.
Aspac berhasil mengalahkan Pelita Jaya Energi-MP Jakarta dengan skor 63-50. Hasil ini diraih setelah melalui pertarungan ketat di dua kuarter awal.
Mario dan rekan-rekannya memulai pertandingan dengan tertinggal 12-11 di kuarter pertama. Namun secara perlahan mampu mengambil-alih kedudukan di kuarter kedua dan menjauh hingga pertandingan berakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jujur persiapan kita tidak banyak. Pelatih hanya berpesan untuk tidak memikirkan skill. Di final yang ada hanyalah 10% strategi, sisanya usaha dan kekuatan mental," ujar Mario.
"Kalau kita bisa atasi tekanan mental dan usaha keras, inilah yang kita dapat. Puji Tuhan."
Lebih lanjut lagi, Mario menyatakan jika timnya sebenarnya sudah mewaspadai strategi permainan cepat yang diterapkan oleh Pelita Jaya, namun sempat kecolongan. Pada akhirnya, dengan bermain sabar dan tenang mereka berhasil menemukan momentum.
"Itu yang kita waspadai dari pertama. Kita tahu transisi mereka luar biasa. Sempat beberapa kali kecolongan tapi kita bisa mengatasinya dan akhirnya kita bisa unggul."
"Kita main sabar dan tenang. Kita juga mungkin kurang cepat beradaptasi dengan atmosfer final."
"Tapi kuarter dua dan tiga kita dapat momentum itu dan kita berhasil mempertahankan itu terus," ujar Guard 26 tahun itu.
(roz/rin)
