Selama 28 tahun terakhir sejak tahun 1985, format final NBA adalah 2-3-2 dengan tim seeding terbaik mendapat jatah game kandang lebih banyak yakni empat kali.
Di mana tim yang lebih baik peringkatnya di musim reguler akan bermain dua partai kandang, lalu tiga kali tandang, dan dua terakhir melakoni laga kandang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bentuk final nantinya adalah tim dengan rekor lebih baik akan memainkan game 1, 2, 5, dan 7 sementara lawannya yang rekornya lebih rendah mendapat kesempatan di game 3, 4, dan 6.
Format baru ini sudah disetujui oleh seluruh owner klub dan nantinya akan ada waktu istirahat tambahan di antara game ke-6 dan ke-7. Perubahan format final ini akan berlaku juga di laga play-off.
Apa yang dilakukan NBA ini juga bisa dibilang sebagai persembahan terakhir David Stern sebelum ia meletakkan jabatan Komisioner NBA yang sudah dipegang selam 30 tahun pada 1 Februari 2014.
"Memang pastinya akan ada persepsi.. bahwa tidaklah adil bagi tim yang punya rekor lebih baik, lalu akan memainkan game penting kelima di kandang lawan. Jadi jelas mengembalikan format ini adalah memberikan keuntungan kandang untuk tim yang punya rekor lebih baik jika skor final 2-2," ujar deputi komisioner, Adam Silver, seperti dikutip Yahoosports.
(mrp/raw)











































