Gunung Kelud Belum Kondusif, NBL Seri Solo Disetop

Gunung Kelud Belum Kondusif, NBL Seri Solo Disetop

- Sport
Sabtu, 15 Feb 2014 01:39 WIB
Gunung Kelud Belum Kondusif, NBL Seri Solo Disetop
NBL Indonesia
Solo - Belum kondusifnya kondisi Gunung Kelud akhirnya membuat NBL seri Solo dihentikan. Tak cuma itu, laga-laga Speedy WNBL Indonesia pun mengalami penundaan.

Keputusan ini dibuat oleh PT Deteksi Basket Lintas (DBL) Indonesia selaku penyelenggara liga, menyusul keputusan menunda semua pertandingan pada hari Jumat (14/2/2014). Seharusnya masih ada pertandingan hingga Minggu (16/2).

Namun, karena masih adanya hujan abu vulkanik yang turun pasca meletusnya Gunung Kelud kemarin malam, maka pihak penyelenggara akhirnya memutuskan untuk menghentikan sisa pertandingan NBL Seri Solo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keputusan ini diambil, setelah melakukan koordinasi serta berkonsultasi dengan pihak-pihak terkait. Termasuk menggali informasi dari BMKG Jawa Tengah, serta Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi Yogjakarta.

"Menurut informasi yang kami peroleh, peluang meredanya hujan abu di Solo dan sekitarnya dalam dua hari ke depan sangat kecil. Karena itu, dengan sangat terpaksa kami tidak melanjutkan pelaksanaan Seri Solo," ujar Direktur PT DBL Indonesia, Azrul Ananda, dalam rilis yang didapat Detiksport.

Dampak hujan abu mengakibatkan kondisi lapangan Sritex Arena menyulitkan untuk penyelenggaraan pertandingan. Walau sudah dibersihkan, dalam setengah jam lapangan sudah kembali berlapis abu.

Keputusan tidak melanjutkan seri Solo ini juga mengacu pada pertimbangan medis. Dokter klub Satya Wacana Metro LBC Bandung, dr Enny Listiawati yang ikut dimintai pendapat medis, merekomendasikan agar tidak menggelar pertandingan karena dapat mengakibatkan gangguan pernapasan para pemain dan penonton.

"Pihak penyelenggara sudah menyampaikan keputusan ini kepada seluruh klub NBL dan WNBL Indonesia. Memang patut disayangkan, karena Seri Solo ini sangat krusial bagi semua klub dalam menentukan posisi mereka di klasemen," tambah Azrul.

Menyusul keputusan ini, seri Solo praktis hanya menyelesaikan enam dari total sembilan hari pelaksanaan untuk NBL Indonesia. Total, sepuluh laga mengalami penundaan. Sementara itu, WNBL Indonesia menyisakan lima laga tertunda karena baru menyelesaikan dua dari lima hari yang dijadwalkan.

Semua laga yang batal digelar pada Seri Solo ini, akan dilanjutkan pada seri-seri selanjutnya. Setelah seri Solo, NBL akan berlanjut ke Bandung (8-16 Maret), Jakarta (19-27 April), dan Surabaya (10-18 Mei)

(mrp/mrp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads