Tampil di ABL, Laskar Dreya Ingin Rebut Perhatian Fans Basket di Tanah Air

Tampil di ABL, Laskar Dreya Ingin Rebut Perhatian Fans Basket di Tanah Air

- Sport
Rabu, 04 Jun 2014 09:42 WIB
Tampil di ABL, Laskar Dreya Ingin Rebut Perhatian Fans Basket di Tanah Air
Jakarta -

Menjadi pendatang baru di ASEAN Basketball League (ABL) musim ini, Laskar Dreya Sumatera Selatan berharap mendapatkan dukungan positif dari penggemar bola basket di tanah air.

Supaya laga kandang mereka nanti menjadi magnet buat penonton untuk datang ke stadion, mereka pun menyiapkan strategi tertentu, di antaranya menyisipkan sisi entertainment di saat pertandingan.

Sebagai tim baru, Laskar Dreya mempunyai pekerjaan rumah tersendiri agar penonton mau datang mendukung mereka secara langsung. Juga, mereka mesti "berbagi" suporter karena Indonesia sudah punya wakil langganan sejak ABL pertama digulirkan, yaitu Indonesia Warriors.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laskar Dreya pun sudah mempersiapkan langkah-langkah untuk hal itu. Mengemas pertandingan agar bisa menjadi suatu hal yang menghibur disebut oleh pemilik klub, Ekoputro Adijayanto, menjadi kunci untuk menarik minat penonton.

"Untuk bisa menjadi tontonan yang menarik, menggabungkan olahraga dan entertaiment merupakan salah satu langkahnya," ucap Eko kepada detikSport.

Selain itu, pihak manajemen tim pun sudah berancang-ancang untuk menggaet pemain yang banyak diidolai.

"Kami sudah mencapai kesepakatan dengan salah satu pemain nasional yang banyak diidolai. Itu menjadi salah satu cara juga," ungkap Eko.

"Sementara itu, pemain asing memang diwajibkan di ABL karena merupakan bagian dari entertainment. Pemain incaran kami dari Amerika Serikat," tambahnya, namun menolak untuk membocorkan nama-nama incarannya tersebut.

Laskar Dreya Sumatera Selatan adalah klub merger Dreya Indonesia dengan Hang Tuah IM Sumatera Selatan. Dreya Indonesia sebelumnya berstatus klub semiprofesional, yang di awal Mei lalu menjuarai kompetisi Divisi 1 kompetisi Perbasi tingkat DKI Jakarta. Adapun Hang Tuah hingga kini bermain di kompetisi kasta tertinggi di dalam negeri, NBL Indonesia.

Ketika ditawari bermain di ABL, Dreya pun menjalin kolaborasi dengan Hang Tuah, dan mereka akan memakai nama Laskar Dreya Sumsel di kompetisi antarklub se-Asia Tenggara itu.

Soal besaran biaya yang diperlukan untuk menjalani satu putaran di ABL, manajer tim, Hendri Satrio, menyebut kisaran angka 500 ribu dolar AS. Agar bisa mendapatkan dana segar, pihak Dreya mengaku sedang mendekati beberapa sponsor.

"Ada beberapa investor yang simpati dengan Dreya Indonesia, karena ada Sumatera Selatan jelas ada dukungan dari sana. Selain itu, jelas kami bakal merogoh kocek sendiri," ucap Hendri.

Selain itu, untuk lebih memperkenalkan Laskar Dreya, beberapa kegiatan promosi pun sudah disiapkan.

"Kami bakal melakukan promosi, setelah pemain asing datang. Kami sedang jajaki untuk masuk ke beberapa program televisi. Tapi, promo akan ada sendiri. Caranya dengan menggelar coaching clinic ke SMA-SMA," tukas Hendri.

ABL musim 2014 dimulai dari 16 Juli sampai 26 Oktober. Selain Laskar Dreya dan Indonesia Warriors, peserta lain adalah Saigon Heat (Vietnam), Malayisa Dragons (Malaysia), Singapore Slingers (Singapura), dan tim debutan lainnya HiTech Bangkok City (Thailand).

(cas/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads