Musim ini, akan ada dua tim Indonesia yang berpartisipasi di ABL. Laskar Dreya Sumatera Selatan akan menjadi tim kedua dari Indonesia setelah Indonesia Warriors.
Laskar Dreya merupakan merger dari dua klub bola basket di tanah air, yaitu Dreya Indonesia dan Hangtuah Sumsel IM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Merger dengan Dreya adalah sebuah kebetulan karena kami tidak ada rencana ke ABL. Lalu kami dihubungi salah satu direktur operasional dari ABL yang memberi tahu bahwa ada tim yang sedang mencari partner untuk ke ABL," terang Ferry dalam perbincangannya dengan detikSport, Jumat (6/6/2014).
"Kemudian kami bertemu dan bicara dengan Pak Eko (Ekoputro Adijayanto, pemilik Dreya Indonesia) dan kami punya visi misi yang klop. Tujuan kita ingin memajukan basket Indonesia."
"Tapi memajukan basket Indonesia ini kan tidak harus sendiri, kalau bisa sama-sama kenapa tidak. Kami ingin merangkul semua pihak. Jadi bisa saling menguntungkan dan meringankan," katanya.
Untuk menghadapi musim perdana di ABL, Ferry mengakui bahwa Hangtuah tak punya waktu yang lama untuk mempersiapkan diri. Para pemain Hangtuah masih tampil di NBL yang baru akan berakhir pada 14 Juni mendatang. Sementara ABL mulai bergulir sebulan setelahnya.
Kendati demikian, Ferry memastikan bahwa para pemain Hangtuah siap menghadapi kompetisi ABL. Kini pihaknya tengah berupaya untuk mendatangkan pemain asing yang atraktif dan berkualitas.
"Pemain lokal sudah siap karena sudah bermain di NBL. Sekarang kami sedang mencari pemain asing. Tapi untuk pemain asing, kami hanya akan pakai tiga orang. Itu komitmen kami," lanjut Ferry.
"Kami sudah mengantongi beberapa nama pemain asing. Semoga pertengahan bulan ini mereka sudah bisa datang ke sini. Ada dua pemain dari Amerika Serikat dan satu pemain yang berpaspor Asia Tenggara."
"Kami akan cari satu pemain asing dan pemain lokal --terutama pemain asing-- yang atraktif. Atraktif di sini dalam arti tidak hanya cuma bisa gaya atau slam dunk, tapi punya potensi dan kualitas yang sangat bagus."
"Untuk pemain lokal, kami akan cari yang sudah dikenal penggemar basket di tanah air. Kami sudah negosiasi, tapi tidak bisa kami sebutkan sekarang, karena NBL juga masih berjalan."
Di musim perdana, Hangtuah tak memasang target terlalu tinggi. Ferry berharap timnya bisa lolos ke empat besar sekaligus menambah jam terbang.
"Untuk target musim pertama, kami tidak terlalu muluk. Kami berusaha untuk masuk empat besar. Tapi kami juga masih belum tahu kekuatan lawan. Kami akan canangkan target setinggi mungkin, tapi tidak terlalu ngoyo," katanya menambahkan.
ABL musim 2014 dimulai dari 16 Juli sampai 26 Oktober. Selain Laskar Dreya dan Indonesia Warriors, peserta lain adalah Saigon Heat (Vietnam), Malayisa Dragons (Malaysia), Singapore Slingers (Singapura), dan tim debutan lainnya HiTech Bangkok City (Thailand).
(nds/rin)











































