SM dan Aspac akan saling berhadapan di babak grand final NBL 2013/2014 yang akan digelar di GOR UNY, Yogyakarta, Sabtu (14/6/2014) malam WIB.
Sepanjang musim reguler, SM punya rekor yang bagus atas Aspac. Dari tiga kali pertemuan, Rony Gunawan dkk. selalu menang atas Aspac.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski timnya punya rekor bagus atas Aspac, pelatih SM Cokorda Raka Satrya Wibawa tak mau jemawa. Menurutnya, rekor di musim reguler sudah tak berlaku di grand final.
"Mudah-mudahan (rekor bagus) tetap berlanjut, tapi kami tetap mempersiapkan diri. Namanya final, pertandingan pastinya tidak akan mudah karena kedua tim sama-sama ingin menang," ujar Cokorda dalam konferensi pers di GOR UNY, Jumat (13/6/2014) sore WIB.
"Rekor di musim reguler tidak berlaku kalau sudah sampai final. Siapa yang lebih siap, siapa yang lebih ingin menang, siapa yang terbaik, itu yang akan keluar jadi pemenang," lanjut pelatih yang akrab disapa Wiwin itu.
"Kalau melihat permainan Aspac di championship series ini sudah lebih baik daripada di musim reguler. Mereka lebih solid, lebih cepat, dan akurasi tembakannya juga luar biasa. Ini akan jadi laga yang menarik," imbuhnya.
Sependapat dengan pelatihnya, Christian Ronaldo Sitepu juga menilai tiga kemenangan di musim reguler bukan berarti keuntungan untuk SM. Power forward SM itu menilai Aspac adalah lawan yang seimbang untuk timnya.
"Aspac adalah lawan yang berat, seimbang, dan bagus juga buat kami. Kami dapat banyak pelajaran dari tiga kemenangan di musim reguler. Tapi kami tidak meremehkan itu, karena ini cuma satu pertandingan, hidup dan mati," lugas pemain yang akrab disapa Dodo itu.
(nds/mrp)










































