Aspac Tak Mau Kalah Lagi dari SM

Jelang Grand Final NBL

Aspac Tak Mau Kalah Lagi dari SM

- Sport
Jumat, 13 Jun 2014 18:23 WIB
Aspac Tak Mau Kalah Lagi dari SM
Xaverius Prawiro (detiksport/Novitasari D. Salusi)
Yogyakarta -

Aspac Jakarta sudah berbenah menyambut laga grand final NBL 2013/2014 melawan Satria Muda Britama Jakarta. Mereka pun memastikan kekalahan di musim reguler tak akan terulang.

Aspac tak punya rekor bagus kala berhadapan dengan SM di musim reguler NBL 2013/2014. Pringgo Regowo dkk. selalu kalah dalam tiga kali pertemuannya dengan SM.

Di Seri I Malang, Aspac harus mengakui keunggulan SM dengan skor 56-62. Saat kedua tim kembali bertemu di Seri II di Jakarta, Aspac lagi-lagi tunduk dengan skor 63-68. Di pertemuan ketiga di Seri V di Jakarta, Aspac kalah lagi dari SM dengan skor 58-66.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari kekalahan di tiga pertemuan itu, pelatih Rastafari Horongbala sudah tahu di mana kelemahan timnya. Untuk itu, menghadapi grand final yang akan dimainkan di GOR UNY, Sabtu (14/6/2014) malam WIB, perbaikan sudah dilakukan oleh anak-anak didiknya.

"Pertandingannya sebenarnya cukup baik, tapi anak-anak kadang terlalu nafsu untuk segera mengungguli lawan. Mainnya kadang jadi terlalu individual dan inkonsisten. Itu yang harus diantisipasi," ujar Rastafari dalam konferensi pers di GOR UNY, Jumat (13/6/2014) sore WIB.

"Persiapan kami tidak banyak yang berubah. Kami sudah sering bertemu, kemarin di musim reguler tiga kali kalah, jadi sekarang ini hanya perbaikan untuk menghadapi tim yang sarat pengalaman ini," lanjutnya.

Ini adalah kali ketiga secara beruntun bagi Aspac menjejak babak grand final. Setelah kalah dari SM grand final musim 2011/2012, Aspac kemudian jadi juara di musim lalu.

Musim ini, Aspac bertekad untuk mempertahankan gelar yang didapat. Untuk memuluskan jalan menuju target itu, Aspac siap tampil lebih baik daripada di musim reguler.

"Kami sadar defense kami waktu kalah tiga kali itu kurang banget. Tapi di final ini kami mau dan akan balikkan keadaan itu," sahut guard Aspac, Xaverius Prawiro.

"Siap tidak siap kami harus siap. Sampai di final ini kami terus introspeksi diri, apa kekurangan tim ini. Sampai semifinal kemarin kami sudah lebih baik daripada sebelumnya."

"Yang pasti kami akan main cepat lawan SM, karena mereka juga punya pemain-pemain yang berpostur tinggi. Kalau kami main lambat, sama saja bunuh diri," lugasnya.



(nds/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads