Laskar Dreya Sumatera Selatan akan memulai perjuangannya di ASEAN Basketball League (ABL) 2014 dengan menghadapi Singapore Slingers. Kendati bakal tampil di kandang lawan lebih dulu, Laskar Dreya mengaku tak gentar.
Laga melawan Slingers tersebut akan dihelat di OCBC Arena, Singapura, pada 20 Juli mendatang. Adhi Pratama Prasetyo Putra, yang juga mantan pemain timnas basket Indonesia, menyebut bahwa Singapura memang lebih berpengalaman. Namun, itu bukan alasan untuk jadi inferior, terlebih Laskar Dreya juga mendapatkan dua pemain asing dari Amerika Serikat, Paul Crosby dan Folando Jones .
"Singapura memang bagus, waktu di SEA Games tim basket kita kan kalah dari dia. Ya mungkin karena para pemainnya pernah main di ABL juga, jadi kalah pengalaman saja," sahut center Laskar Dreya ini kepada detikSport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir dengan bergabungnya dua pemain asing ini saya rasa cukup untuk kita bisa bermain optimal. Paling tidak kita bisa saling share. Kebetulan kedua pemain ini juga mudah bergaul sehingga lebih mudah juga adaptasi satu sama lain," katanya.Pelatih Laskar Dreya, Tondi Raja Syailendra, juga mengutarakan hal senada. Dia mengakui jika Singapura bakal menjadi pesaing terberat timnya.
"Singapura dan Thailand cukup bagus, ya. Tapi, umumnya kelemahan kita dengan pemain negara luar adalah di postur tubuh. Pemain kita kurus-kurus, sementara mereka tinggi dan besar. Makanya kita menambah tenaga dari dua pemain asing ini kan karena mereka fosturnya besar. Jadi bisa menutupi. Nah, untuk pemain kita, sebisa mungkin kita manfaatkan kekuarangan kita menjadi kelebihan kita."
"Hanya yang jadi persoalan adalah mental. Mereka ini kan semuanya masih muda jadi rasa percaya dirinya kurang. Kalau mentalnya sudah oke saya rasa pasti bisa. Kalau masalah skill kita nggak kalah," simpulnya.
(mcy/roz)











































