Laskar Dreya Sumatera Selatan masih belum bisa mencatatkan kemenangan di ajang Asean Basketball League (ABL). Pindah kandang ke Batam, Laskar Dreya takluk 62-77 dari Singapore Slingers.
Saat melakoni pertandingan di Hi-Test Arena Batam, Laskar Dreya masih bermain ketat dengan tertinggal satu bola dari Slingers ketika kuarter pertama berakhir. Papan skor menunjukkan angka 17-19.
Tapi, saat kuarter berikutnya defense Laskar Dreya melonggar. Mereka kemasukan 24 poin dan cuma membalas tujuh poin. Saat jeda, tim besutan Tondi Raja Syailendra itu ketinggalan 24-43.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tampil sebagai top performer bagi Laskar Dreya dalam laga itu adalah Moustapha Ndoye. Dia mampu menyumbangkan double-double dengan catatan 18 poin dan 16 rebound.
Sementara itu di kubu Slingers, Dior Lowhorn, juga mampu mencetak double-double dengan catatan 28 poin dan 10 rebound.
Atas kekalahan ini, manajer Laskar Dreya, Hendri Satrio, menuding absennya beberapa pemain seperti Suhandy dan Falando Jones menjadi sebabnya.
"Ketidakhadiran Falando Jones belum mampu digantikan oleh pemain lain. Ini adalah penampilan terburuk Laskar Dreya selama turnamen. Kami harus melakukan perubahan terutama rotasi pemain muda", kata Hendri kepada detikSport.
Hendri menambahkan bahwa Laskar Dreya berhasrat besar untuk segera meraih kemenangan pertama. Dia pun memberikan sinyal untuk segera melakukan perombakan tim.
"Kemenangan adalah tujuan kami saat ini, kami tidak ingin hanya menjadi penggembira. Perombakan akan segera kami lakukan," jelas Hendri.
(cas/a2s)











































